BREAKING NEWS
 

Industri Pulp & Kertas Sumbang 3,73 Persen Ke PDB, Pemerintah Genjot Daya Saing

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 6 April 2026 19:30 WIB
Foto: APKI

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri pulp dan kertas nasional terus menunjukkan peran strategis dalam menopang perekonomian. Pemerintah mencatat sektor ini menyumbang 3,73 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada 2025, sekaligus menjadi salah satu kontributor ekspor dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan nilai ekspor pulp mencapai 3,6 miliar dolar AS, sedangkan kertas sebesar 4,57 miliar dolar AS. Industri ini juga menyerap lebih dari 280 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.

“Kontribusi ini menunjukkan bahwa industri pulp dan kertas merupakan sektor hilir strategis dengan nilai tambah tinggi dan peran penting dalam perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca juga : Tertibkan SPPG Yang Belum Penuhi Standar, Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG

Meski demikian, pemerintah menilai daya saing industri perlu terus diperkuat di tengah tekanan global dan dinamika kebijakan perdagangan internasional. Sejumlah tantangan seperti keterbatasan bahan baku domestik, hambatan non-tarif, hingga penyesuaian regulasi menjadi perhatian utama.

Adsense

Untuk itu, pemerintah bersama pelaku industri mendorong penguatan ekosistem melalui konsolidasi kebijakan lintas sektor, perbaikan rantai pasok dalam negeri, serta pengembangan inovasi bahan baku alternatif. Selain itu, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal juga disiapkan guna menjaga momentum pertumbuhan industri.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Suhendra Wiriadinata menekankan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merespons tantangan global.

Baca juga : Insiden Penyiraman Air Keras Di Bekasi, Presiden KSPSI Minta Penanganan Serius

“Industri tidak bisa berjalan sendiri. Konsolidasi yang kuat menjadi kunci agar mampu beradaptasi sekaligus menjaga daya saing nasional,” katanya.

Di sisi lain, prospek industri pulp dan kertas dinilai tetap positif. Peningkatan kebutuhan kemasan, terutama dari sektor makanan dan minuman serta e-commerce, menjadi pendorong utama pertumbuhan. Tren global yang mengarah pada substitusi plastik ke material berbasis kertas yang lebih ramah lingkungan juga membuka peluang besar bagi Indonesia.

Sejalan dengan itu, transformasi menuju industri hijau dan penerapan ekonomi sirkular terus didorong sebagai strategi jangka panjang. Langkah ini tidak hanya menjawab tuntutan keberlanjutan global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri berbasis lingkungan.

Baca juga : Bambang Patijaya Apresiasi Kebijakan Pemerintah Jaga Kestabilan Harga BBM

Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, sektor pulp dan kertas diharapkan mampu terus berkembang, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense