Sebelumnya
Untuk itu, ia meminta, masyarakat tidak berspekulasi soal kondisi keuangan negara. Sebab, setiap kebijakan yang dibuat pemerintah telah dihitung mekanisme pembiayaannya dan hasilnya masih dalam tahap aman.
“Saya ingin tegaskan lagi, masyarakat tidak perlu khawatir. Tidak usah berspekulasi saya kehabisan uang. Uangnya banyak, cukup,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia menegaskan, kebijakan menjaga harga BBM bersubsidi merupakan bagian dari arahan Presiden untuk menopang stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Baca juga : Bun Joi Phiau: Alarm Keras Kegagalan Pengelolaan Sampah
“Guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli, seperti yang sudah diumumkan pada 31 Maret lalu, pemerintah dan Pertamina telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi,” jelasnya.
Airlangga juga menegaskan, BBM bersubsidi yang dimaksud mencakup Pertalite dan Biosolar. Menurutnya, selama harga minyak tidak lebih dari 97 dolar AS per barel secara rata-rata, maka harga BBM bersubsidi tetap bisa dipertahankan hingga Desember 2026.
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, Airlangga menyebut pemerintah masih melakukan kajian sebelum mengambil keputusan.
Baca juga : Rani Mauliani: Percepat Pengelolaan Sampah Secara Modern
“Jadi nanti pada waktunya, setelah pengkajian selesai, pasti akan disampaikan ke publik,” ujarnya.
Pemerintah juga mengatur pembelian BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Untuk Pertalite dan Biosolar, pembelian dibatasi maksimal 50 liter per hari sesuai ketentuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). “Dan itu akan berlaku selama dua bulan,” pungkasnya.
Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai, kepastian tersebut menjadi sinyal penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menilai, langkah Pemerintah menahan harga BBM bersubsidi sebagai upaya menenangkan masyarakat di tengah tekanan global.
Baca juga : Legislator Usul Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar
Fahmy meminta, pembatasan pembelian BBM bersubsidi diatur lebih jelas agar petugas SPBU mudah menerapkannya. Selain itu, dia menyarankan, BBM subsidi hanya boleh dibeli pengguna roda dua, angkutan umum, dan angkutan barang. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.