RM.id Rakyat Merdeka - Harga kedelai melambung tinggi imbas gejolak di Timur Tengah. Untuk menyiasati kondisi ini, para perajin tempe “menyulap” ukuran tempe menjadi semakin tipis.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) per Selasa (7/4/2026), harga kedelai impor tercatat Rp 13.325 per kilogram (kg). Kenaikan berlangsung bertahap sejak akhir Maret 2026. Padahal, sebelumnya harga kedelai sekitar Rp 9.800 per kg.
Kenaikan ini membuat perajin dan penjual tempe dan tahu kelimpungan. Margin keuntungan yang selama ini sudah tipis, kini semakin tergerus.
Di kawasan industri tempe legendaris Sanan, Kota Malang, para perajin memutar otak agar dapur tetap “ngebul”. Mereka tidak menaikkan harga jual, karena berisiko membuat pembeli kabur. Mereka pun memilih langkah klasik, yakni mengecilkan ukuran tempe.
"Kami tidak menaikkan harga tempe, hanya ukurannya saja yang kami kecilkan sekitar 1 centimeter dibandingkan ukuran sebelumnya," ungkap Afriantoro, salah satu perajin tempe, Selasa (7/4/2026).
Baca juga : Menko Zulhas Rangkul 20 Organisasi Pemuda
Dia menerangkan, penyusutan ukuran dilakukan secara presisi, baik dari sisi lebar maupun ketebalan. Tujuannya, agar margin tetap terjaga dan konsumen pun tidak kaget.
Langkah serupa juga dilakukan Nur Santo, pemilik Tempe Super Isal Jaya di Desa Pecangaan Timur, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Untuk menutup biaya bahan baku yang membengkak, ia mengurangi ukuran tempe sekitar 0,5 centimeter (cm) di setiap varian.
"Prinsip harga nggak naik, tapi ukuran diperkecil, otomatis isinya berkurang. Mau nggak mau harus dilakukan, agar kami masih tetap bertahan," tuturnya.
Penyesuaian dilakukan di hampir semua ukuran. Tempe dengan harga Rp 2.500 ukurannya berubah dari 15x7 cm menjadi 15x6,5 cm. Untuk yang harga Rp 4.000 juga berubah, dari 17x9 cm menjadi 17x8,5 cm.
Tekanan serupa juga dirasakan perajin di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Deden, perajin tahu asal Kecamatan Cikarang Barat, mengaku harus melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari memperkecil ukuran produk hingga mengurangi jumlah pekerja.
Baca juga : AS-Iran Kembali Bahas Perdamaian, Semoga Perang Segera Berakhir
"Saya ingin menyelamatkan usaha yang sudah sejak lama saya rintis. Terpaksa dilakukan biar bisa terus produksi," katanya.
Di level pedagang kecil, strategi bertahan pun tak jauh berbeda. Di Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, mayoritas penjual gorengan tempe memilih mengurangi porsi demi menahan harga. "Kalau dinaikin harganya, takut nggak ada yang beli," ujar Wahyu, penjual gorengan di Jalan Kemandoran.
Ia tetap menjual gorengan dengan harga Rp 1.500 per potong, sama seperti saat pertama berjualan setahun lalu. Namun, ukuran potongan kini dibuat lebih tipis.
"Yah mau gimana lagi, terpaksa begitu biar tetap untung. Tahu juga begitu," ungkapnya.
Hal serupa terjadi di Warteg Uun di Jalan Pulo Sirih Timur 6, Bekasi. Pemilik warung masih mempertahankan harga tempe goreng, namun ukuran terpaksa diperkecil. "Kalau harga lauk lain masih tetap normal," kata Uun.
Baca juga : Harga Avtur Meroket, Tiket Pesawat Boleh Naik 13%
Sementara, Siti, penjual nasi uduk di Jalan Permata Raya, Bekasi, terpaksa menaikkan harga jual gorengan. Sebelumnya dia menjual Rp 1.500 per potong. Kini menjadi Rp 5.000 untuk tiga potong atau Rp 2.000 per potong.
"Karena harga tempe di pasar naik, sekarang jualnya Rp 5.000 tiga. Kalau satuan Rp 2.000," ujarnya.
Dia pun bersyukur, pelanggannya memahami kondisi tersebut. "Alhamdulillah nggak ada yang protes," ucapnya.
Menghadapi kondisi ini, Ketua Paguyuban Tahu Tempe Jawa Barat Muhamad Zamaludin berharap, Pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga kedelai. Dia menerangkan, perajin kecil mulai kesulitan menghadapi tekanan akibat lonjakan harga kedelai.
Ia menegaskan, pemahaman konsumen saja tidak cukup untuk menjaga keberlangsungan usaha para perajin. “Kami berharap Pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.