RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah tak ingin laju ekonomi kehilangan tenaga setelah mencatat kinerja positif di awal tahun. Memasuki triwulan II 2026, berbagai strategi disiapkan untuk menjaga pertumbuhan tetap berada di jalurnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan mengandalkan sejumlah instrumen domestik untuk menopang aktivitas ekonomi pada periode April–Juni.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah akan mendorong konsumsi melalui pembayaran gaji ke-13 yang dijadwalkan pada Juni.
“Di kuartal II kita dorong beberapa faktor, termasuk gaji ke-13 dan program perlindungan sosial yang terus berjalan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers realisasi investasi triwulan I, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, keberlanjutan stimulus yang menyasar masyarakat dinilai penting untuk menjaga permintaan tetap kuat.
Baca juga : Harga Di Produsen Naik, Pemerintah Pastikan Harga Daging Sapi-Kerbau Stabil
Selain gaji ke-13, program perlindungan sosial juga dipastikan berlanjut. Bantuan tersebut diharapkan menjaga daya beli kelompok rentan, sekaligus menjadi bantalan di tengah ketidakpastian global.
Dari sisi fiskal, pemerintah tetap mendorong akselerasi belanja negara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak, terutama di sektor riil. Airlangga menegaskan, disiplin fiskal tetap dijaga meski pemerintah melakukan ekspansi yang terukur. Defisit anggaran tetap dikendalikan agar tidak mengganggu stabilitas makroekonomi.
Di sisi moneter, stabilitas juga menjadi perhatian. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Kebijakan ini dinilai memberikan ruang bagi dunia usaha untuk tetap ekspansif tanpa tekanan berlebihan dari sisi biaya pinjaman.
Sektor industri juga masih menunjukkan ketahanan. Indeks manufaktur berada di atas level ekspansi, mencerminkan aktivitas produksi yang tetap berjalan. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sektor riil masih menopang pertumbuhan.
Tak hanya itu, pemerintah juga menaruh harapan besar pada investasi sebagai pengungkit ekonomi. Realisasi investasi pada triwulan I disebut melampaui target, menjadi modal awal yang penting untuk menjaga tren positif.
Baca juga : LPI Dukung Pemerintah Terapkan Pajak Kapal Asing Di Selat Malaka
Untuk memastikan investasi terus mengalir, pemerintah membentuk Satgas Percepatan Program Strategis melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Satgas ini bertugas mengawal proyek agar tidak tersendat di tahap implementasi.
“Dengan satgas ini, kita dorong agar investasi yang sudah masuk bisa segera berjalan sesuai rencana,” kata Airlangga.
Langkah lain yang ditempuh adalah pembaruan regulasi melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Aturan ini memasukkan sektor-sektor baru seperti ekonomi digital, artificial intelligence, hingga aset kripto.
Pembaruan tersebut juga mencakup sektor terkait perubahan iklim, termasuk carbon capture and storage, serta model bisnis baru seperti factory-less goods producer. Regulasi ini disusun agar selaras dengan standar internasional dan memudahkan pelaku usaha.
Implementasi KBLI dilakukan melalui integrasi sistem Online Single Submission (OSS). Pelaku usaha dapat menyesuaikan klasifikasi usahanya secara lebih cepat dan efisien.
Baca juga : Modal Fit dan Mental Oke, Persib Siap Tantang Dewa United
Di tengah berbagai upaya tersebut, pemerintah tetap mewaspadai dinamika global. Ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi masih menjadi risiko yang harus diantisipasi.
Namun, Airlangga optimistis fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menghadapi tekanan eksternal. Kinerja neraca perdagangan yang masih surplus, cadangan devisa yang memadai, serta stabilitas fiskal menjadi modal utama.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berada di kisaran minimal 5,4 persen. Dengan berbagai strategi yang disiapkan pada kuartal II, target tersebut diharapkan tetap tercapai.
“Momentum harus dijaga. Kita dorong semua faktor agar pertumbuhan tetap berlanjut,” ujar Airlangga.
Dengan kombinasi dorongan konsumsi, belanja negara, dan percepatan investasi, pemerintah berharap mesin ekonomi tetap menyala sepanjang tahun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.