BREAKING NEWS
 

Riset JP Morgan Soal Ketahanan Energi

Indonesia Ranking 2, Di Atas China & Amerika

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 25 April 2026 07:50 WIB
Hasil riset terbaru JP Morgan menempatkan Indonesia diposisi kedua dalam ketahanan energi. (Foto: Ilustrasi, dibuat Oleh AI/Chatgpt)

 Sebelumnya 
“Di tengah volatilitas harga energi global, posisi ini memberikan ruang fiskal yang lebih terkendali bagi APBN 2026 dan membantu melindungi daya beli masyarakat serta kelangsungan aktivitas dunia usaha,” ujar Airlangga. 

Ia menegaskan, Pemerintah tidak akan lengah dalam menghadapi berbagai risiko ke depan. Sejumlah langkah strategis terus diperkuat, antara lain optimalisasi produksi minyak dan gas (migas) domestik guna menekan defisit neraca migas dan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan transisi energi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). 

Baca juga : Temuan BPK: 211 Triliun Uang BLBI Belum Balik Ke Negara

Upaya lain yang ditempuh adalah memperluas adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai strategi struktural untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak, serta melakukan diversifikasi sumber pasokan dan jalur logistik energi guna memperkuat ketahanan terhadap risiko geopolitik global. 

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengapresiasi, capaian Indonesia yang dinilai memiliki ketahanan energi kuat di tengah dinamika global dari JP Morgan. Menurutnya, hal ini mencerminkan kekuatan struktur energi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal. 

Bambang menilai, capaian tersebut tidak terlepas dari arah kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor energi sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan nasional. Ia juga menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil implementasi kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di sektor energi. 

Baca juga : Anjlok Hampir 7 Persen Dalam Sepekan, IHSG Terpuruk Lagi

“Ini menunjukkan kebijakan pemerintah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan energi bagi masyarakat,” ujar Bambang, Jumat (24/4/2026). 

Ia menambahkan, sejumlah langkah strategis seperti penguatan sektor hulu migas, pembangunan infrastruktur kilang, serta percepatan hilirisasi dan diversifikasi energi telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat struktur energi nasional. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. 

Baca juga : Hari Ke-4, 15.349 Jemaah Haji Diberangkatkan

Kebijakan tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026). 

Ia menjelaskan, keputusan diambil berdasarkan perhitungan matang pemerintah dalam menjaga stabilitas APBN di tengah tekanan global. Purbaya juga memaparkan kondisi APBN yang tetap terjaga meski dibayangi dinamika geopolitik dan lonjakan harga minyak mentah dunia. 

Ketahanan fiskal turut didukung oleh bantalan anggaran, salah satunya Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp 420 triliun. “Kalau ada yang bilang Menteri Keuangan tidak punya uang, dari desain anggaran saja kita masih di bawah tiga persen. Selain itu, saya masih punya SAL,” ungkap Purbaya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense