Dark/Light Mode

BGN Gandeng Tiga Kementerian

MBG Difokuskan Ke Daerah Rawan Pangan Dan Stunting

Sabtu, 25 April 2026 07:00 WIB
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya (depan) dalam rapat koordinasi bersama Kemenkes, Kemendukbangga/BKKBN, dan Kemenag terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk daerah rawan pangan di Jakarta pada Kamis (23/4/2026). Humas BGN
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya (depan) dalam rapat koordinasi bersama Kemenkes, Kemendukbangga/BKKBN, dan Kemenag terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk daerah rawan pangan di Jakarta pada Kamis (23/4/2026). Humas BGN

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng tiga kementerian. Program ini difokuskan pada wilayah rawan pangan dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran berbasis data yang lebih akurat.

Ketiga kementerian tersebut, yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, serta Kementerian Agama (Kemenag). Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan penyaluran program lebih tepat sasaran melalui pemanfaatan data lapangan yang lebih akurat.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya mengatakan, koordinasi lintas kementerian terus diperkuat guna mengoptimalkan penyaluran MBG. Khususnya bagi kelompok rentan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami kini memiliki data yang jauh lebih valid. Dari Kemenkes, terdapat 81 kabupaten/kota yang telah ditetapkan sebagai wilayah rawan pangan,” kata Sony usai Rapat Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat MBG di Kantor BGN, dikutip Jumat (24/4/2026).

Baca juga : Kasus Korupsi Tambang Ilegal, Kejagung Tetapkan 3 TSK Baru

Selain itu, terdapat 273 kabupaten/kota yang masuk kategori wilayah penduduk miskin dan 304 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tinggi. Secara keseluruhan, sebanyak 405 kabupaten/kota menjadi prioritas utama intervensi program MBG.

“Data ini akan kami petakan secara detail dan disampaikan kepada pelaksana di lapangan agar distribusi MBG benar-benar terarah,” ujarnya.

Sony menegaskan, penyaluran MBG di wilayah prioritas tersebut akan difokuskan pada kelompok masyarakat rawan pangan, penduduk miskin, serta daerah dengan tingkat stunting tinggi. Termasuk wilayah dengan kondisi gizi yang masih rendah.

Di sisi lain, BGN bersama kementerian terkait juga memperkuat kapasitas pengelolaan data di daerah agar penyajian informasi semakin akurat dan terintegrasi.

Baca juga : Sjafrie Kumpulkan Jenderal-jenderal

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i menegaskan komitmen Kemenag mendukung penuh program MBG, khususnya bagi peserta didik di madrasah dan pesantren.

Syafi’i memastikan, Kemenag memiliki basis penerima manfaat yang besar, yakni sekitar 15,6 juta jiwa yang terdiri dari santri dan siswa madrasah. Untuk itu, penguatan tata kelola dan integrasi data menjadi langkah krusial.

“Ini bukan sekadar dukungan administratif, tetapi kebutuhan riil agar peserta didik di madrasah dan pesantren mendapatkan asupan gizi yang lebih baik,” jelasnya.

Kemenag juga tengah melakukan pembenahan melalui kebijakan Satu Data untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi data, sekaligus memperkuat sinkronisasi dengan kementerian dan lembaga lain.

Baca juga : Jelang Musyawarah Daerah, Elite Golkar Sulsel Berebut Dukungan

Menurut Syafi’i, karakteristik pendidikan keagamaan yang khas juga perlu diperhatikan dalam implementasi program. Dia menyoroti adanya irisan antara siswa madrasah dan santri pesantren yang sebagian besar tinggal di asrama.

“Lebih dari 30 persen siswa madrasah merupakan santri. Karena itu, kami mengusulkan klasifikasi sederhana, yakni ‘Santri’ dan ‘Non-Santri’, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengukuran capaian program,” ungkapnya.

Dia juga menekankan pentingnya pendekatan implementasi yang fleksibel dan kontekstual. Terutama bagi pesantren dengan jumlah santri besar maupun keterbatasan sarana. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 25 April 2026 dengan judul "BGN Gandeng Tiga Kementerian MBG Difokuskan Ke Daerah Rawan Pangan Dan Stunting"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.