BREAKING NEWS
 

Kejar Visi Sebagai Negara Maju

Pemerintah Target Ekonomi 6,7 Persen

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 26 April 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai sekitar 6,7 persen untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pertumbuhan di atas level saat ini atau di kisaran 5 persen menjadi syarat utama, agar transformasi ekonomi berjalan optimal.

“Dengan aspirasi Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi (negara maju) pada 2045, ekonomi Indonesia perlu tumbuh melampaui 5 persen. Setidaknya 6,7 persen,” ujar Airlangga dalam seminar nasional di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurut Airlangga, target tersebut terus didorong Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai kebijakan, meski ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian yang memengaruhi sektor energi, pangan, hingga rantai pasok.

“Pemerintah merespons kondisi tersebut dengan memperkuat fondasi ekonomi melalui kebijakan strategis, termasuk menjaga stabilitas pasokan dan mendorong kemandirian energi,” ujarnya.

Baca juga : Polemik Anak Bupati Jadi Kepala Dinas, DPRD Malang Sidang BKPSDM & Baperjakat

Dia menambahkan, konsumsi dalam negeri tetap menjadi pilar utama penopang ekonomi nasional. “Karena itu, kita perlu menjaga kepercayaan konsumen,” sambungnya.

Kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 54 persen dari permintaan nasional mendorong Pemerintah menjaga daya beli melalui kebijakan adaptif.

Selain itu, diversifikasi energi terus dipacu, termasuk peningkatan pencampuran biodiesel hingga B50.

Adsense

Di sektor pangan, stabilitas pasokan diperkuat melalui efisiensi biaya produksi, termasuk pengendalian harga gas sebagai bahan baku pupuk. Indonesia juga mencatat surplus produksi pupuk urea.

“Untuk urea, kita memiliki kelebihan dan bahkan mengekspor sekitar 1,5 juta ton setiap tahun,” ungkap Airlangga.

Baca juga : Thomas Cup 2026, Anthony Ginting Andalan Keempat

Permintaan dari sejumlah negara seperti India, Australia dan Filipina menunjukkan meningkatnya peran Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan global.

Di tengah tekanan eksternal, Pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi jangka pendek. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diperkirakan mencapai sekitar 5,5 persen, ditopang konsumsi rumah tangga, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran, serta akselerasi belanja negara.

“Penyaluran THR serta akselerasi belanja dan stimulus yang digelontorkan mencapai Rp 809 triliun. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026,” ujar Airlangga.

Untuk menjaga momentum, Pemerintah akan melanjutkan stimulus pada kuartal berikutnya, termasuk pencairan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan program perlindungan sosial.

Investasi juga akan menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi. Tahun ini realisasi investasi kita targetkan sebesar Rp 2.041,3 triliun, ini bukan angka yang kecil dan harus direalisasikan bersama,” kata Airlangga.

Baca juga : PAN Menolak Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Menurutnya, meski menghadapi gejolak global, termasuk konflik di Selat Hormuz yang memicu fluktuasi harga minyak, fundamental ekonomi nasional tetap solid.

“Perang di Selat Hormuz belum selesai, masih dalam situasi yang perlu dimonitor secara mingguan. Karena fluktuasi harga minyak naik turun secara mingguan,” ujarnya. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 26 April 2026 dengan judul "Kejar Visi Sebagai Negara Maju Pemerintah Target Ekonomi 6,7 Persen"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense