Dark/Light Mode

Thomas Cup 2026, Anthony Ginting Andalan Keempat

Minggu, 26 April 2026 06:45 WIB
Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Dok. PBSI)
Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Dok. PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting pulih dari cedera bahu dan punggung yang membuatnya absen beberapa bulan. Ia pun siap  berlaga di ajang beregu bergengsi Piala Thomas 2026

Jika pada edisi-edisi sebelumnya Ginting selalu menjadi tumpuan utama di partai tunggal pertama atau kedua, kali ini ia main sebagai tunggal keempat. Posisinya saat ini berada di bawah Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan bintang muda yang tengah bersinar, Moh. Zaki Ubaidillah (Ubed). 

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui situs resminya pada Kamis (23/4/2026) turut menyoroti hal ini. Minimnya jam terbang Ginting yang baru tampil di tiga turnamen musim ini, ditambah performa konsisten dari ketiga rekannya, membuat peluang turunnya sang Juara Asia 2024 itu bergantung pada strategi spesifik tim pelatih. 

Baca juga : Polemik Anak Bupati Jadi Kepala Dinas, DPRD Malang Sidang BKPSDM & Baperjakat

Meski begitu, Ginting menegaskan bahwa dirinya sudah pulih total dan siap diturunkan kapan saja. “Kondisi saya sekarang benar-benar baik. Tidak ada cedera sama sekali. Saya perlu menjaga kondisi tubuh dengan sangat baik, lebih baik dari sebelumnya, tetapi untuk saat ini, untuk Piala Thomas, saya merasa sangat prima,” tutur Ginting seperti dilansir dari laman resmi BWF. 

Meski jam terbangnya dalam setahun terakhir agak menurun, pengalaman segudang yang dimiliki pemain berusia 29 tahun ini jelas menjadi aset tak ternilai. Dalam format kejuaraan beregu, tunggal ketiga sering kali menjadi partai penentu hidup-mati, terutama di fase gugur (knockout). Peran ini menuntut ketahanan mental baja untuk menghadapi tekanan luar biasa. 

Ginting mengaku sudah mengasah aspek psikologisnya untuk mengemban beban tersebut. Menurutnya, terlalu banyak berpikir (overthinking) justru akan menjadi bumerang di atas lapangan. 

Baca juga : Pemerintah Target Ekonomi 6,7 Persen

“Persiapan utamanya adalah mental. Di lapangan, tidak ada yang berbeda. Dalam hal pukulan dan segalanya, semuanya sama, tetapi cara kita berpikir akan berbeda,” jelas petenis peringkat 46 dunia tersebut. 

Ginting juga menggarisbawahi pentingnya mengantisipasi skenario terburuk tanpa terjebak kepanikan. Ia mencontohkan laga melawan Prancis di fase grup, di mana tim lawan memiliki kakak-beradik Christo dan Toma Junior Popov yang bisa bermain rangkap di tunggal dan ganda. Ia mengaku harus siap mental jika sewaktu-waktu partai penentu dimainkan lebih awal, atau bahkan ketika tim Indonesia sedang dalam posisi tertinggal 0-2.

Di luar aspek teknis, komposisi Skuad Garuda tahun ini menghadirkan dinamika tersendiri karena memadukan pemain senior sarat pengalaman dengan darah muda yang sedang menggebu-gebu seperti Alwi, Ubed, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin. 

Baca juga : PAN Menolak Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Sebagai salah satu pemain paling senior di tim, Ginting bersama Jonatan Christie dan Fajar Alfian memiliki tugas tambahan sebagai “pengerem” agar para pemain muda tidak terhanyut dalam euforia berlebihan. 

“Setiap hari kami mengingatkan para pemain muda untuk mengendalikan emosi, harapan, dan semangat mereka. Pemain muda cenderung menjaga semangat tetap tinggi, tetapi kita perlu menjaga keseimbangan. Kita perlu menenangkan mereka. Mereka tidak boleh terlalu bersemangat (over-excited),” pungkas Ginting. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.