RM.id Rakyat Merdeka - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memasuki fase baru transformasi organisasi seiring penyesuaian struktur dan penguatan kepemimpinan di berbagai lini perusahaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PNM menjawab tantangan yang semakin kompleks sebagai perusahaan yang mengemban mandat pemberdayaan jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.
Di tengah perubahan lanskap ekonomi, percepatan digitalisasi, serta tuntutan efisiensi dan tata kelola yang semakin tinggi, PNM tidak hanya melakukan pembaruan struktur organisasi, tetapi juga memperkuat fondasi kepemimpinan untuk mengawal transformasi jangka panjang perusahaan.
Penyesuaian tersebut tercermin dalam struktur korporasi terbaru yang bertujuan memperkuat tata kelola serta meningkatkan efektivitas operasional perusahaan.
Terdapat sejumlah sosok baru yang bergabung dalam jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PNM. Marsudi Syuhud ditunjuk sebagai Komisaris Independen dan Temmy Satya Permana sebagai Komisaris.
Sementara pada jajaran direksi, L. Dodot Patria Ary Suprianto dipercaya menjabat Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan.
Baca juga : BGN Perketat Anggaran, Nanik Janji Asupan Gizi MBG Tak Berkurang
Adapun kepemimpinan perusahaan saat ini dipimpin oleh Kindaris sebagai Direktur Utama dan Sunar Basuki sebagai Wakil Direktur Utama.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan, transformasi perusahaan tidak dapat hanya bertumpu pada perubahan sistem maupun proses bisnis.
Menurutnya, faktor utama yang menentukan keberhasilan organisasi terletak pada kualitas sumber daya manusia.
"Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, PNM terus melakukan penguatan dan pembaruan di berbagai aspek organisasi. Namun pada akhirnya, perubahan yang paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, bagaimana kita terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap cara berpikir baru, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi perusahaan ini," ujar Kindaris dalam prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan pejabat PNM di Jakarta, 3 Juni 2026.
Pernyataan tersebut mencerminkan arah transformasi yang tengah dibangun PNM.
Sebagai perusahaan yang melayani perempuan prasejahtera melalui program pembiayaan dan pemberdayaan, PNM menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan lembaga keuangan pada umumnya.
Baca juga : Persib Siapkan Skuad Lebih Gemuk Buat 4 Kompetisi
Pertumbuhan bisnis, menurut Kindaris, harus berjalan beriringan dengan misi sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, transformasi yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga pada penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan.
Kindaris menekankan bahwa kepemimpinan di PNM harus mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan empati terhadap masyarakat yang dilayani.
"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap harinya berjuang untuk keluarganya. Oleh karena itu, setiap keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," katanya.
Penguatan organisasi ini juga berlangsung pada momentum penting setelah perubahan status perusahaan menjadi Persero.
Perubahan tersebut membawa konsekuensi baru bagi PNM untuk semakin adaptif, lincah (agile), serta mampu menjawab ekspektasi pemegang saham tanpa mengabaikan mandat pemberdayaan yang selama ini menjadi identitas perusahaan.
Baca juga : Xhaka Bidik Piala Dunia Keempat, Siap Bawa Swiss Ukir Sejarah di 2026
Kindaris optimistis modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade.
Menurutnya, setiap proses perubahan akan menghadirkan tantangan sekaligus membuka peluang untuk membangun organisasi yang lebih kuat dan memberikan dampak yang lebih luas.
"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan yang selama ini menjadi kekuatan PNM, kita akan mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," tuturnya.
Melalui semangat baru tersebut, PNM menegaskan bahwa transformasi bukan hanya soal perubahan struktur organisasi ataupun pergantian jabatan.
Lebih dari itu, transformasi merupakan upaya membangun organisasi yang semakin relevan, tangguh, dan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi jutaan keluarga Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan PNM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.