RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat jumlah sertifikat halal pada subsektor industri mencapai 2.662.607 sertifikat secara kumulatif hingga triwulan I-2026. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya komitmen pelaku usaha dalam memenuhi standar halal nasional.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, capaian tersebut menjadi indikator perkembangan positif industri halal nasional yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk halal.
"Perkembangan industri halal Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif," kata Faisol saat acara Kick-off Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca juga : Wajib Halal Oktober 2026, Sertifikasi Halal UMKM Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Ia menjelaskan, dari total sertifikat halal tersebut, sebanyak 2.314.614 sertifikat berasal dari industri makanan halal, 338.757 sertifikat dari industri minuman halal, serta 5.590 sertifikat untuk industri kimia dan farmasi.
Selain peningkatan jumlah sertifikat, produk industri yang telah memperoleh sertifikasi halal juga mencapai 5.014.222 produk hingga triwulan I-2026.
Menurut Faisol, peningkatan jumlah sertifikasi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran dan komitmen pelaku industri dalam memenuhi standar halal, sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen.
Baca juga : Indo Livestock 2026 Satukan Ratusan Pelaku Industri Perkuat Peternakan Nasional
"Capaian ini mencerminkan meningkatnya komitmen pelaku industri dalam memenuhi standar halal, sekaligus memberikan jaminan halal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing produk nasional," ujarnya.
Kemenperin menilai penguatan industri halal menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing manufaktur nasional, mengingat Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dengan jumlah penduduk Muslim mencapai 248,6 juta jiwa pada 2025.
Di tingkat global, konsumsi umat Muslim pada enam sektor ekonomi syariah tercatat mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.
Baca juga : Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal, Pembinaan & Mental Juara Kian Matang
Untuk memperkuat ekosistem industri halal, Kemenperin berpartisipasi dalam penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 dengan memfasilitasi 182 pelaku usaha industri, terutama industri kecil.
Selain menyediakan stan pameran, Kemenperin juga menghadirkan layanan industri halal, workshop, coaching clinic, business matching bertema Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku industri yang berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional.
Faisol berharap, rangkaian kegiatan Halal Indo 2026 dapat memperkuat ekosistem industri halal nasional sekaligus memperluas akses pasar produk halal Indonesia di tingkat domestik maupun global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.