BREAKING NEWS
 

PLTS Pulau Sembur Capai 80 Persen, Siap Dorong Ekonomi Nelayan

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 21 Juni 2026 19:39 WIB
Pembangunan PLTS Koperasi Merah Putih di Pulau Sembur, Kepulauan Riau, telah mencapai 80 persen dan ditargetkan menggerakkan ekonomi nelayan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai 80 persen.

Proyek hasil sinergi Kementerian Koperasi dan Pertamina New & Renewable Energy (NRE) itu ditargetkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir berbasis energi bersih.

Kemajuan proyek tersebut dipantau langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, bersama jajaran Pertamina NRE saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sembur pada Jumat (19/6).

Corporate Secretary Pertamina NRE Nur Hidayati mengatakan, pembangunan PLTS berbasis energi terbarukan yang terintegrasi dengan program KDKMP menunjukkan perkembangan signifikan.

“Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80%. Kami ucapkan terimakasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” ujar Nur Hidayati dalam keterangan terpisah.

Panel Barus menilai proyek tersebut menjadi bukti kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan akses energi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Baca juga : Prabowo Ingin Ekonomi Terus Melaju Tinggi

"Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi," jelasnya saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sembur (19/6).

Pulau Sembur merupakan pulau kecil di gugusan Pulau Galang yang hanya dapat diakses melalui jalur laut sekitar satu jam dari Batam.

Selama ini, warga setempat masih bergantung pada generator set berbahan bakar diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, dengan biaya operasional yang relatif tinggi.

Lokasi tersebut dipilih sebagai proyek percontohan karena telah memiliki aktivitas ekonomi masyarakat, koperasi yang sudah terbentuk, tetapi belum terhubung dengan jaringan listrik.

Nur Hidayati menjelaskan, seluruh panel surya untuk tahap pertama telah terpasang. Sistem baterai juga telah tiba di lokasi proyek.

Adsense

Pada tahap awal, PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung baterai berkapasitas 600 kilo-watt hour (kWh).

Baca juga : Pemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi melalui Pengendalian Inflasi

”Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” jelas Nur Hidayati.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan pabrik es berkapasitas 2 ton per hari.

Seluruh fasilitas tersebut akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih setempat dan ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan III 2026.

Menurut Nur Hidayati, keberadaan fasilitas tersebut akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.

Panel Barus menambahkan, manfaat proyek mulai dirasakan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan.

Setelah beroperasi, listrik dari PLTS akan diprioritaskan untuk mendukung operasional cold storage dan pabrik es guna menunjang aktivitas nelayan.

Baca juga : Pakar Sebut B50 Perkuat Ekonomi, Kurangi Impor

Dengan fasilitas tersebut, nelayan diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau, dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada generator set berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan.

Proyek kolaborasi Kementerian Koperasi dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina NRE ini merupakan proyek PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia.

Model yang dikembangkan menempatkan koperasi sebagai pengelola utama aset energi sekaligus penggerak kegiatan ekonomi masyarakat desa.

”Kami berharap PLTS KDKMP Pulau Sembur dapat menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tidak hanya menghadirkan energi yang andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antar koperasi," tutup Sri.

Pengembangan PLTS KDKMP Pulau Sembur juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kedaulatan energi nasional melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Sebagai proyek percontohan, Pulau Sembur diharapkan menjadi model integrasi energi surya, koperasi, dan ekonomi desa yang mendukung ketahanan energi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense