BREAKING NEWS
 

Konflik Timteng Tak Kunjung Usai, Ketahanan Energi RI Tetap Terjaga

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 10 Agustus 2026 06:40 WIB
Lanskap fasilitas produksi minyak dan gas bumi milik Pertamina Internasional EP (PIEP) di Lapangan Menzel Lejmat Nord (MLN), Aljazair. (Foto: Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konflik Timur Tengah belum juga usai. Selat Hormuz di Iran, yang merupakan jalur penting bagi 20-25 persen pasokan energi global, tak kunjung dibuka dan belum aman dilalui. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman itu masih belum aman dilalui. Imbasnya dirasakan sejumlah negara termasuk negara Asia Tenggara. Aktivitas ekonomi dan industri yang bergantung pada suplai energi fosil, praktis mengalami guncangan. Sejumlah langkah telah ditempuh oleh berbagai negara mulai dari pemberian subsidi, diversifikasi sumber energi, hingga menjalankan skenario pengematan energi dan situasi darurat.

Di Indonesia, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi, dengan memperluas sumber impor minyak dan BBM ke berbagai negara di luar wilayah Timur Tengah. Seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara Afrika, Asia, hingga kawasan ASEAN. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi, sekaligus mengurangi risiko gangguan berkepanjangan di jalur pelayaran utama dunia. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) memprioritaskan produksi minyak mentah dalam negeri, sebagai bahan baku kilang nasional. Operasi kilang terus dioptimalkan. Sumber LPG alternatif juga terus dicari. Sementara Pertamina memperluas diversifikasi pasokan dengan menjajaki sumber energi dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika. 

Indonesia Tetap Cool 

Presiden Prabowo Subianto menilai pengelolaan energi nasional masih berjalan baik di tengah gejolak geopolitik tersebut. Menurutnya, ketika sejumlah negara mulai menghadapi kepanikan akibat gangguan pasokan energi, Indonesia mampu menjaga kondisi tetap terkendali. 

Baca juga : “Hi, Friends” Gaya Baru PM Modi Merayu Gen Z

“Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool,” kata Prabowo dalam Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8/2026). 

Prabowo menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari kinerja Kementerian ESDM dan Pertamina dalam mengelola energi nasional. 

“Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi, kita bisa menjaga BBM subsidi tidak naik,” tuturnya. 

Genjot Minyak Mentah 

Pertamina terus berupaya meningkatkan produksi minyak mentah. Hingga akhir semester I 2026, produksi migas Pertamina Hulu Energi (PHE) mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Terdiri atas produksi minyak 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). 

Baca juga : Pengawasan Laut Timur Indonesia Dimodernisasi

Kinerja tersebut didukung oleh berbagai program pengembangan dan pemeliharaan sumur. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE menyelesaikan pengeboran 278 sumur eksploitasi, 601 kegiatan workover, serta 13.870 kegiatan well service untuk menjaga keandalan aset dan mempertahankan tingkat produksi. 

Di sisi eksplorasi, PHE terus memperkuat upaya pencarian sumber daya migas baru. Hingga Juni 2026, PHE telah menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 2.848 kilometer persegi. 

Aktivitas tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE) serta penambahan cadangan terbukti (P1) 24,9 MMBOE. 

Dalam lima tahun terakhir, PHE juga memperluas wilayah operasi melalui akuisisi wilayah kerja baru dan joint study bersama sejumlah perusahaan energi internasional, antara lain Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, dan Woodside. 

Baca juga : Hidran Hilang, Nyawa Warga Dipertaruhkan

Sepanjang 2023-2026, PHE memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia, yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. PHE juga memperoleh satu wilayah kerja eksplorasi di Malaysia, yakni Blok SK-510. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense