Dark/Light Mode

Bea Cukai, TNI AL Dan Polairud Perketat Batas Negara

Pengawasan Laut Timur Indonesia Dimodernisasi

Senin, 10 Agustus 2026 06:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat berdialog dengan masyarakat Tablolong, Kabupaten Kupang, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/8). Foto: Dok. Kemenkeru
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat berdialog dengan masyarakat Tablolong, Kabupaten Kupang, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/8). Foto: Dok. Kemenkeru

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat pengawasan laut di kawasan perbatasan timur Indonesia melalui modernisasi sarana operasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi personel dan kolaborasi antar-instansi.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat mengunjungi Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/8/2026).

“Penguatan pengawasan laut harus terus dilakukan, khususnya di wilayah perbatasan yang semakin kompleks,” ujar Purbaya.

Baca juga : “Hi, Friends” Gaya Baru PM Modi Merayu Gen Z

Dalam kunjungan tersebut, Purbaya melihat kesiapan armada patroli dan fasilitas PSO Bea Cukai Kupang. Pangkalan tersebut menjadi salah satu fasilitas strategis untuk memperkuat pengawasan kepabeanan dan cukai di NTT, serta kawasan perbatasan timur Indonesia.

Selain menjalankan fungsi pengawasan kepabeanan dan cukai, PSO Bea Cukai Kupang mendukung patroli terpadu bersama TNI Angkatan Laut, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), serta Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

“Pangkalan tersebut juga turut membantu pemantauan dan operasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) dalam situasi darurat di perairan NTT,” ungkap Purbaya.

Baca juga : Hidran Hilang, Nyawa Warga Dipertaruhkan

Menurutnya, wilayah pengawasan PSO Bea Cukai Kupang memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung pelayaran antarpulau, serta berdekatan dengan perbatasan Timor-Leste dan perairan Australia.

“Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu titik penting dalam pengawasan kepabeanan dan cukai di wilayah timur Indonesia,” sambungnya.

Untuk meningkatkan pengawasan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melaksanakan Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Wallacea secara berkesinambungan.

Baca juga : Skandal Gratifikasi Seks PSSI-nya Korsel

Patroli tersebut didukung Kapal Patroli BC 7002 dan BC 20010 yang dioperasikan PSO Bea Cukai Kupang. Operasi mencakup perairan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maumere, Atapupu, hingga wilayah perbatasan Indonesia-Timor-Leste.

Pelaksanaan patroli menggunakan pendekatan berbasis targeting untuk meningkatkan ketepatan sasaran pemeriksaan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Purbaya mengatakan, meski baru beroperasi efektif selama enam bulan terakhir, PSO Bea Cukai Kupang telah dipercaya mendukung operasi tersebut secara berkelanjutan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.