RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) 0 persen mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diharapkan menekan biaya transaksi, sekaligus memperluas manfaat digitalisasi pembayaran bagi masyarakat dan pelaku usaha.
MDR 0 persen tetap berlaku bagi merchant Usaha Mikro (UMi) untuk transaksi hingga Rp500 ribu. Namun, kebijakan tersebut diperluas kepada seluruh kategori merchant, yakni usaha kecil, menengah dan besar, untuk transaksi hingga Rp100 ribu. Sebelumnya, transaksi pada kategori tersebut dikenakan MDR 0,7 persen.
Baca juga : Dokumen Rusak Dan Hilang Harus Segera Dipulihkan
Penjabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, kebijakan sistem pembayaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi nasional.
“Respons ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih BI bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi hadiah hari ulang tahun kemerdekaan untuk masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : Arsenal Kirim Sinyal Bahaya
Karena itu, menurut Destry, kebijakan ini dibangun atas prinsip keseimbangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka ruang tumbuh bagi merchant, serta menciptakan peluang baru bagi penyelenggara jasa sistem pembayaran, dengan tetap menjaga keberlanjutan industri.
Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) juga meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI).
Baca juga : Jaga Optimisme di Tengah Gejolak Ekonomi Dunia
Instrumen ini menjadi alternatif pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran (deferred payment) yang diproses secara domestik.
KKI menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran, baik melalui pemindaian (scan) maupun tap. Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026, delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) telah menerbitkan KKI. Yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Bank Permata, Bank Mega, serta BSI untuk pembiayaan berbasis syariah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.