BREAKING NEWS
 

Perlu Infrastruktur, Juga Investasi Terintegrasi

Begini, Biar Gas Domestik Bisa Nge-gaaas...

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 25 Agustus 2026 10:10 WIB
Praktisi Migas, Benny Lubiantara (kanan) dan Praktisi Migas/mantan Sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo.

 Sebelumnya 
Dia menegaskan, pilihan infrastruktur harus disesuaikan dengan karakteristik sumber gas dan pasar. Integrasi antara keduanya menjadi penting agar investasi yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain infrastruktur, kepastian pasar juga menjadi faktor penentu.

Kepastian pembeli, volume penyerapan, formula harga, serta kontrak jangka panjang akan memberikan dasar yang lebih kuat bagi pelaku usaha dan lembaga pembiayaan untuk mengambil keputusan investasi. “Gas tidak cukup hanya ditemukan dan diproduksi. Gas harus dapat dimonetisasi dan sampai kepada pengguna dengan biaya yang kompetitif. Karena itu, kebijakan, investasi, infrastruktur dan pasar harus bergerak dalam satu desain yang terintegrasi,” tegasnya.

Hadi menilai, penguatan pemanfaatan gas domestik juga perlu didorong dari sisi hilir. Peningkatan konsumsi gas oleh industri harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, sehingga gas dari wilayah produksi dapat disalurkan ke pusat-pusat permintaan dan menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri.

Baca juga : Dari Sumatra hingga NTT, Menteri Dody Kebut Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

“Sinergi antara hulu dan hilir menjadi keharusan. Ketika infrastruktur dan pasar domestik disiapkan secara terintegrasi, semakin besar gas yang dapat dimanfaatkan di dalam negeri,” katanya. 

Jadi berharap, ke depan, sekitar 80–90 persen potensi gas yang secara teknis dan ekonomis memungkinkan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Persoalan harga, kesiapan infrastruktur, kepastian penyerapan, serta keberlanjutan keekonomian proyek pengembangan lapangan gas selanjutnya menjadi bagian penting yang akan dibahas dalam Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK) 2026.

FOREK 2026 diharapkan menjadi forum strategis yang mempertemukan Pemerintah, pelaku usaha hulu migas, penyedia infrastruktur dan sektor midstream, pembeli gas, pengguna akhir, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini diharapkan dapat membangun kesamaan perspektif sekaligus merumuskan solusi konkret yang dapat diimplementasikan.

Baca juga : Tahun Depan, Truk ODOL Bakal Kena Tilang Otomatis

Salah satu fokus pembahasan adalah mengintegrasikan sumber pasokan gas dengan pusat permintaan secara lebih efektif dan ekonomis. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan dan optimalisasi jaringan pipa, maupun pemanfaatan infrastruktur LNG, termasuk fasilitas regasifikasi, penyimpanan, dan distribusi LNG skala kecil.

Dengan integrasi tersebut, potensi gas yang tersedia diharapkan dapat menjangkau pasar yang membutuhkan sekaligus memperkuat terbentuknya pasar gas domestik yang semakin terhubung. Di sisi lain, penguatan pemanfaatan gas dalam negeri tetap harus memperhatikan keekonomian proyek, kepastian alokasi dan pasar, struktur harga, serta kepastian kebijakan dan kontraktual.

Keseimbangan ini penting agar gas mampu mendukung ketahanan energi dan daya saing industri nasional tanpa mengurangi daya tarik investasi untuk eksplorasi serta pengembangan sumber daya gas di masa mendatang. Melalui FOREK 2026, para pemangku kepentingan diharapkan semakin memahami bahwa tantangan gas Indonesia bukan sekadar soal besarnya cadangan yang tersedia.

Baca juga : Efisiensi Rantai Pasok, Pemerataan Infrastruktur Digital, dan Kedaulatan Masa Depan

Tantangan utamanya adalah bagaimana gas tersebut dapat dialokasikan, disalurkan, diserap, dan dikomersialisasikan secara optimal. Dengan demikian, pengembangan gas domestik dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional, sekaligus menjaga keekonomian proyek dan keberlanjutan investasi di sektor hulu migas. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense