Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
Kunjungi Lokasi Bencana Aceh
Wapres Tampung Aspirasi, Kejar Target Infrastruktur
Jumat, 7 Agustus 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (6/8/2026). Gibran meninjau langsung progres perbaikan infrastruktur pascabanjir bandang dan longsor. Dia memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai target.
Gibran bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 06.00 pagi. Setibanya di Bandara Malikussaleh sekitar pukul 08.15 WIB, Gibran disambut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Bireuen Mukhlis.
Dari bandara, dia langsung menuju lokasi pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen. Jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital yang menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat di Kabupaten Bireuen.
Saat ini telah tersedia jembatan darurat yang dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka-tutup sembari menunggu pembangunan jembatan permanen rampung.
Di lokasi, Gibran yang mengenakan kemeja abu-abu lengan panjang, rompi proyek berwarna hijau, dan helm keselamatan, berdialog dengan warga terdampak bencana. Dia mendengarkan keluhan masyarakat, sekaligus memastikan Pemerintah akan memberikan bantuan.
“Sabar ya, Bu. Kami hari ini fokus ke jembatan dulu biar bisa dilewati dan normalisasi semuanya,” katanya kepada warga.
Wapres juga menerima pemaparan dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnain mengenai perkembangan pembangunan jembatan.
Baca juga : Menteri PPN: Dampak Nyata Lebih Penting Dari Komitmen
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 80,5 persen dan memasuki tahap pemasangan struktur utama. Usai meninjau jembatan, Gibran melanjutkan kunjungannya ke SD Negeri 7 Jangka, Kabupaten Bireuen, yang juga terdampak banjir.
Di sekolah tersebut, Gibran melihat langsung proses revitalisasi bangunan dan meminta agar bantuan segera diberikan untuk mendukung percepatan perbaikan fasilitas pendidikan.
Dalam kesempatan itu, dia menegaskan, kunjungannya ke Aceh dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak, serta memastikan Pemerintah terus bekerja mempercepat pemulihan.
“Saya juga ingin mendengar langsung aspirasi, masukan, dan kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah terus berupaya optimal mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di Aceh. Namun, dia mengakui masih terdapat pekerjaan dan tantangan yang harus diselesaikan bersama.
Gibran juga membuka ruang terhadap berbagai masukan dari masyarakat agar setiap kebijakan Pemerintah dapat menjawab kebutuhan warga terdampak.
“Karena itu saya terbuka terhadap setiap aspirasi, masukan, maupun kritik yang konstruktif agar setiap langkah Pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Baca juga : Dasco Ajak Kader Gerindra Lawan Hoaks Di Medsos
Gibran turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulihan pascabencana. Mulai dari Pemerintah Pusat dan daerah, TNI, Polri, relawan, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu.
Dia menilai, semangat gotong royong menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan.
“Pemerintah akan terus mengawal penyelesaiannya agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ucapnya.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wapres ke wilayah terdampak banjir dan longsor.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memperkirakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan berlangsung lebih dari satu tahun.
Luasnya wilayah terdampak serta besarnya kerusakan infrastruktur dan permukiman membuat proses pemulihan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Berdasarkan data per 4 Agustus 2026, bencana tersebut berdampak kepada 2.107.941 warga yang tersebar di tiga provinsi, 53 kabupaten/kota, dan 4.533 desa.
Baca juga : Gerindra Kalsel Optimis Sapu Bersih Pemilu 2029
Kerusakan meliputi 184.149 rumah, terdiri atas 95.000 rumah rusak ringan, lebih dari 43.000 rumah rusak sedang, serta sekitar 45.000 rumah rusak berat atau hilang.
Selain itu, sebanyak 1.193 jembatan, 2.485 ruas jalan, dan 1.300 fasilitas umum turut mengalami kerusakan. Di sektor pendidikan, terdapat 4.922 fasilitas pendidikan yang terdampak, sementara 954 fasilitas kesehatan dan 1.593 rumah ibadah juga mengalami kerusakan.
Untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp10,6 triliun bagi tiga provinsi terdampak. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Jumat, 7 Agustus 2026 dengan judul "Kunjungi Lokasi Bencana Aceh Wapres Tampung Aspirasi, Kejar Target Infrastruktur"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya