Sebelumnya
Mineral Menjadi Pondasi Kedaulatan Bangsa
Sementara Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya membawa pembahasan pada level yang lebih strategis: bagaimana kekayaan mineral yang berada di wilayah operasi Freeport dapat menjadi bagian dari kedaulatan mineral Indonesia.
Baca juga : Danantara Dan IFG Gaspol Konsolidasi Asuransi BUMN
Bambang menyoroti potensi logam tanah jarang atau rare earth elements yang disebut pernah diteliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan sejumlah lembaga lain dalam material tailing Freeport.
Pertanyaannya bukan semata apakah unsur tersebut ada, tetapi apakah kandungannya cukup ekonomis untuk dikembangkan. Toni mengakui unsur tanah jarang memang terdapat dalam tailing. Namun berdasarkan data Freeport, kadarnya masih sangat kecil sehingga belum ekonomis untuk dimanfaatkan.
Baca juga : Aturan Direvisi Untuk Beri Kepastian Hukum
Freeport juga telah memberikan data kepada BRIN dan membuka akses penelitian lebih lanjut. Toni juga menjelaskan bahwa tailing pada prinsipnya merupakan sumber daya yang berada dalam penguasaan negara.
Freeport menyatakan terbuka terhadap pemanfaatan oleh pihak lain sepanjang mengikuti standar teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca juga : Menembus Pegunungan Papua, Kementerian PU Kebut Jalan Mamberamo–Elelim
“Kita welcome. Kita enggak mau mengambil biaya berapa, itu bebas. Tapi semuanya tentu saja harus dengan standar yang tepat,” pungkas Toni.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.