BREAKING NEWS
 

Guru Besar ITB Nilai Target Lifting Minyak 2027 Realistis

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 4 September 2026 12:59 WIB
Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Bonar Tua Halomoan Marbun. Foto: ITB.ac.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Target lifting minyak nasional sebesar 612.500 barel per hari (bph) pada 2027 dinilai realistis untuk dicapai.

Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Bonar Tua Halomoan Marbun, mengatakan target tersebut dapat diwujudkan sepanjang peningkatan produksi dilakukan sesuai kaidah, standar, pengalaman, serta praktik terbaik industri migas internasional.

“Kalau ditanyakan apakah target peningkatan lifting menjadi sekitar 612 ribu barel minyak per hari itu masuk akal, jawabannya iya, make sense,” kata Bonar dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Pemerintah mengusulkan target lifting minyak 2027 sebesar 612.500 bph, naik dari target 2026 sebesar 610.000 bph. Sementara target lifting gas 2027 ditetapkan 954.000 barel setara minyak per hari (boepd), turun dari target 2026 sebesar 984.000 boepd.

Bonar menilai, salah satu peluang untuk meningkatkan lifting minyak nasional berasal dari program penataan dan optimalisasi sumur minyak masyarakat.

Baca juga : Bahlil Targetkan Lifting Minyak Naik Jadi 612.500 Barel Per Hari Pada 2027

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya sebelumnya memperkirakan produksi sumur masyarakat dapat meningkat hingga sekitar 30.000 bph apabila program yang mulai berjalan pada 2026 tersebut dapat dioptimalkan pada 2027.

Menurut Bonar, sumur rakyat memang dapat menjadi salah satu sumber tambahan produksi minyak nasional. Saat ini, produksi dari sumur rakyat yang telah aktif berada di kisaran 2.000 bph.

Meski kontribusinya masih relatif kecil dibandingkan produksi nasional, Bonar menilai peningkatan produksi dari sektor tersebut tetap merupakan langkah positif.

“Kalau ditanyakan apakah program ini baik, tentu saja baik dalam pemahaman yang positif secara umum,” ujarnya.

Adsense

Selain sumur masyarakat, peluang peningkatan lifting juga masih terbuka dari lapangan-lapangan minyak tua atau brownfield. Bonar menjelaskan, sejumlah lapangan migas nasional memang telah mengalami penurunan cadangan.

Baca juga : Bahlil: Target 1,6 Juta Barel Butuh Mukjizat

Namun, kondisi tersebut merupakan hal yang umum terjadi dalam industri migas global dan tidak berarti potensi produksinya telah habis. Lapangan-lapangan tua masih memiliki cadangan yang dapat dioptimalkan melalui penerapan teknologi, tata kelola, dan praktik produksi yang tepat.

“Peningkatan produksi dari brownfield dapat berjalan beriringan dengan optimalisasi sumur rakyat serta penerapan teknologi baru,” katanya.

Strategi tersebut sejalan dengan langkah pemerintah dan DPR yang mendorong penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR), kegiatan workover pada sumur-sumur lama, serta penyelesaian berbagai kendala operasional di sejumlah wilayah kerja migas.

Bambang Patijaya mengatakan sejumlah persoalan produksi, termasuk yang terjadi di Pertamina Hulu Rokan (PHR), terus diselesaikan agar produksi dapat lebih optimal pada 2027.

Menurutnya, peningkatan target lifting minyak 2027 ditopang serangkaian program akselerasi pemerintah. Salah satu strategi yang diandalkan adalah optimalisasi penataan dan pengelolaan sumur minyak masyarakat.

Baca juga : Target Lifting Minyak 2025 Tercapai, Pakar Apresiasi Kinerja Pertamina

“Intinya pemerintah punya program untuk akselerasi lifting ini antara lain pemberdayaan sumur masyarakat. Nah sumur masyarakat di 2026 ini sudah di-on-kan. Dari perkembangan yang ada dan perencanaan yang ada untuk sumur masyarakat ini bisa optimal di 2027, itu diperkirakan bisa meningkat mungkin bisa 30.000 barel,” ujar Bambang.

Bambang meyakini target tersebut cukup realistis dicapai seiring penyelesaian berbagai kendala teknis dan operasional yang sempat menghambat produksi di sejumlah wilayah kerja migas utama. Pihaknya mencatat, penanganan masalah operasional seperti di PHR telah berjalan sesuai rencana penyelesaian tahun ini.

“Kemudian beberapa kendala-kendala yang terjadi misalkan di PHR terkait dengan persoalan gas dan sebagainya itu sudah teratasi, sehingga di 2027 ini akan optimasi,” terangnya.

Selain optimalisasi sumur masyarakat, Bambang menyebut penerapan teknologi terkini juga terus diperluas para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Penerapan metode EOR serta kegiatan workover sumur tua terus didorong untuk mendongkrak capaian lifting secara signifikan.

“Kemudian ditambah lagi beberapa kebaruan-kebaruan di dalam teknologi, EOR, workover itu sekarang ini ditingkatkan untuk pelaksanaannya. Jadi mudah-mudahan ini dapat relate untuk meningkatkan lifting kita di tahun 2027,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense