Dark/Light Mode

Lifting Minyak Indonesia 2025 Lampaui Target APBN, Pertama Kali Sejak 2016

Kamis, 8 Januari 2026 22:17 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2025). (Foto: dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2025). (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lifting minyak Indonesia pada 2025 berhasil mencapai 605,3 ribu barel per hari (bph), melampaui target APBN yang ditetapkan sebesar 605 ribu bph. Capaian ini menjadi yang pertama sejak 2016, sekaligus menandai peningkatan produksi minyak dalam hampir satu dekade.

Pada 2016, realisasi lifting terakhir kali melampaui target, ketika produksi mencapai 822 ribu bph dari target 820 ribu bph.

Baca juga : Perekonomian Indonesia 2025: Tangguh, Terjaga & Terus Menguat

Kenaikan lifting minyak ini turut mendorong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas 2025 yang tercatat dengan angka Rp 105,4 triliun. "Alhamdulillah, target kita tercapai. Realisasi lifting mencapai 605,3 ribu bph atau 105 persen dari target,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Kamis (8/1/2025).

"Kalau kita melihat target APBN dalam 10 tahun terakhir, lifting minyak tidak pernah tercapai," imbuhnya.

Percepatan Perizinan KKKS

Baca juga : PGN SAKA Seimbangkan Target Bisnis dan Keberlanjutan Usaha

Bahlil menegaskan, Kementerian ESDM akan mempercepat proses perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan produksi minyak dan gas, hingga mencapai target 1 juta bph pada 2030.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tiga strategi lain. Pertama, percepatan eksplorasi melalui penawaran 61 wilayah kerja baru. Kedua, pemanfaatan teknologi peningkatan perolehan minyak seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking. Ketiga, penyederhanaan regulasi hulu migas, termasuk evaluasi skema insentif dan integrasi perizinan untuk mempercepat investasi serta produksi.

Baca juga : Indofarma Gelar RUPSLB 2025, Targetkan Pendapatan Naik 112% Pada 2026

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.