BREAKING NEWS
 

Menperin Sarmuji: Impor Tanpa Batas Bisa Bikin Industri Dalam Negeri Tumbang

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 5 Oktober 2026 21:12 WIB
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji didampingi Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto, serta Inspektur Jenderal Kemenperin M. Rum melakukan rapat kerja dengan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) di Jakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengingatkan kebijakan izin impor yang terbuka tanpa batasan dapat mengancam keberlangsungan industri dalam negeri.

Menurut Sarmuji, impor perlu ditata dengan mempertimbangkan kemampuan produksi industri nasional. Jika impor dibuka tanpa memperhatikan kondisi tersebut, produk dalam negeri akan semakin sulit bersaing di pasar.

“Kalau izin impor terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, sektor industri dalam negeri tentu akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang tertentu,” kata Sarmuji di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Karena itu, Sarmuji menilai penataan kebijakan impor membutuhkan sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan. Kebijakan tersebut dinilai tidak bisa hanya ditangani oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Karena itu, kita membutuhkan kerja sama dengan banyak stakeholder,” ujarnya.

Baca juga : Bamsoet Dorong TNI Kuasai Teknologi Perang Masa Depan & Perkuat Industri Pertahanan

Sarmuji mengatakan persoalan impor menjadi salah satu hal yang perlu dipetakan untuk memastikan industri nasional tetap tumbuh dan memiliki daya saing. Kemenperin, kata dia, harus mengambil peran lebih besar sebagai akselerator pertumbuhan industri.

“Keberadaan Kementerian Perindustrian harus menjadi faktor akseleratif terhadap industri-industri di bawah naungan Kemenperin. Kita harus membuat langkah-langkah besar di semua sektor supaya industri ini tumbuh makin cepat,” tegasnya.

Menurut Sarmuji, pertumbuhan industri memiliki kaitan erat dengan target pertumbuhan ekonomi nasional. Industri tidak hanya menciptakan nilai tambah, tetapi juga menjadi salah satu sektor utama dalam penyerapan tenaga kerja.

“Kalau pertumbuhan industrinya tidak tinggi, akan sulit mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Apalagi dalam penyerapan tenaga kerja, sektor industri mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar,” katanya.

Adsense

Ia meminta seluruh jajaran Kemenperin aktif mencari berbagai hambatan yang dihadapi setiap subsektor industri. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat dan memberikan dampak langsung bagi dunia usaha.

Baca juga : Bambang Patijaya Dorong Akselerasi Industri Bioetanol Menuju E20

Impor Tak Bisa Ditangani Kemenperin Sendiri

Sarmuji menegaskan persoalan industri, termasuk impor, memiliki keterkaitan dengan berbagai kebijakan pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan kementerian/lembaga lain perlu diperkuat.

“Hubungan Kementerian Perindustrian dengan stakeholder yang lain harus kita perkuat, karena banyak problem yang penyelesaiannya tidak berada di Kementerian Perindustrian saja,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah kementerian yang memiliki keterkaitan dengan persoalan industri, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keuangan.

Menurut Sarmuji, harmonisasi kebijakan antarkementerian penting agar kebijakan perdagangan dan impor tidak justru menekan industri yang tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi.

Baca juga : Dihantam Banyak Krisis, PMI Manufaktur Solid Semasa AGK

Selain memperkuat koordinasi lintas kementerian, Sarmuji meminta jajarannya membuka ruang komunikasi dengan pelaku industri dan berbagai pihak yang memahami persoalan di lapangan.

Ia menilai masukan dari berbagai jenjang diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan yang dihadapi industri.

“Menyerap informasi dari bawah dan memberikan akses informasi kepada saya itu juga sesuatu yang sangat penting. Barangkali ada informasi yang belum ter-cover di eselon I, tetapi bisa diberikan oleh jajaran di bawahnya. Begitu juga informasi dari luar, kami sangat terbuka untuk menerimanya,” ungkap Sarmuji.

Sarmuji berharap kepemimpinannya di Kemenperin dapat menghasilkan kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri nasional.

“Jangan sampai keberadaan saya sebagai Menteri itu biasa-biasa saja. Kita harus meninggalkan legacy, harus membuat langkah-langkah besar di semua sektor supaya industri ini tumbuh makin cepat,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense