BREAKING NEWS
 

Ditopang Layanan Digital, Laba Bersih Mandiri Syariah Melesat 51,5 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 12 Mei 2020 14:54 WIB
Mandiri Syariah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah pandemi Covid-19, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mampu meraih kenaikan laba bersih hingga 51,53 persen menjadi Rp 368 miliar pada kuartal I-2020. 

Kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan fee based income yang antara lain disumbang dari transformasi bisnis digital. Terutama sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, transaksi digital Mandiri Syariah kian bertumbuh.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari menyampaikan seluruh Manajemen dan Pegawai Mandiri Syariah bersyukur atas semua pencapaian Perusahaan selama kuartal I-2020. “Alhamdullilah, kami berterimakasih atas dukungan dan kepercayaannya seluruh Stakeholders khususnya Nasabah kepada Mandiri Syariah. Juga dukungan Mandiri Group kepada Mandiri Syariah baik melalui sinergi produk layanan dan lainnya," ungkap Toni di Jakarta, Selasa (12/5). 

Direktur IT, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah, Achmad Syafii menjelaskan, pengembangan fitur digital berdampak pada peningkatan jumlah pendapatan Fee Based Income (FBI) turut mendorong raihan laba di kuartal I-2020. FBI digital channel naik 36,97 persen dari Rp 52,06 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 71,31 miliar per Maret 2020. 

Fee Based Income dari mobile banking berkontribusi tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 55,76 persen dari Rp 8,04 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 12,52 miliar per Maret 2020. "Hingga Maret 2020, user Mandiri Syariah Mobile (MSM) mencapai 1,15 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 8,5 juta transaksi," rincinya.

Baca juga : Ditopang Global Bond, Cadangan Devisa Naik Sebesar Rp 127,9 M

Melalui MSM nasabah dapat melakukan pembayaran dengan QRIS, transaksi ke berbagai marketplace, pengisian saldo e-wallet, dan lainnya. “Insya Allah kami akan selalu mengembangkan dan meningkatkan layanan digital demi kemudahan dan kenyamanan nasabah,” imbuhnya.

Bahkan kata Syafii, masyarakat bisa membuka rekening online #dirumahsaja. Ini adalah fitur pertama yang dimiliki bank syariah di Indonesia. Dengan #dirumahsaja tentunya sejalan dengan pesan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara dari sisi kinerja bisnis, Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho membeberkan, sampai dengan Maret 2020, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah tumbuh 16,94 persen dari Rp 87,16 triliun per Maret 2019 menjadi Rp 101,92 triliun pada Maret 2020. Dari total dana tersebut, porsi low cost fund mencapai 56,37 persen.

Adsense

Pertumbuhan low cost fund tersebut ditopang oleh Tabungan yang naik 14,82 persen dari semula Rp 35,25 triliun per posisi Maret 2019 menjadi Rp 40,47 triliun per posisi Maret 2020. “Alhamdullilah, kenaikan tersebut menunjukkan kepercayaan nasabah kepada Mandiri Syariah semakin meningkat. Buat kami ini adalah amanah yang akan kami jaga dengan sebaik-baiknya sekaligus tekad untuk memberikan manfaat lebih bagi umat,” ucapnya.

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir Maret 2020 mencapai Rp 114,75 triliun atau naik 16,43 persen dari Maret 2019 yang sebesar Rp 98,55 triliun. Atas pencapaian seluruh indikator bisnis diatas, Mandiri Syariah mencatatkan kenaikan signifikan pada rasio laba terhadap ekuitas (return on equity/ROE) di level 16,39 persen per Maret 2020 dan menjadikan Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar dengan rasio profitabilitas bank yang baik.

Baca juga : Penyerapan Ayam Ras Peternak Mandiri Capai 14,90 Persen

Hingga Maret 2020, Mandiri Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 75,70 triliun, tumbuh 9,14 persen dari Maret 2019 yang sebesar Rp 69,36 triliun. Pembiayaan Segmen Konsumer (pembiayaan Kendaraan Berkah, Griya Berkah, Pensiun Berkah dan Mitraguna Berkah) menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan tersebut. 

Pertumbuhan pembiayaan tersebut disertai perbaikan kualitas yang terjaga baik dengan indikator penurunan NPF Net sebesar 34 basis points (bps) dari 1,29 persen per Maret 2019 menjadi 0,95 persen per Maret 2020. Sementara, NPF Gross turun 57 bps dari 3,06 persen di Maret 2020 menjadi 2,49 persen per Maret 2020.

Pertumbuhan pembiayaan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,33 persen (yoy) semula Rp 2,1 triliun per Maret 2019 menjadi Rp 2,23 triliun per Maret 2020. Sementara fee based income meningkat 18,91 persen dari Rp 429 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 510 miliar per Maret 2020.

Salurkan Bantuan

Sebagai wujud kepedulian atas pandemi Covid-19 yang melanda  Indonesia, Mandiri Syariah bersama-sama Nasabah dan pegawai telah menyalurkan bantuan, diantaranya 2.500 Alat Pelindung Diri (APD), 100 ribubmasker, 20 ribu bahan pokok yang diberikan kepada Rumah Sakit dan masyarakat terdampak Covid-19 di Indonesia. Total bantuan tersebut senilai Rp 6,83 miliar.

Baca juga : AXA Mandiri Dan AXA Salurkan APD Ke 3 RSUP

Selain itu, Mandiri Syariah juga menyediakan layanan call center untuk konsultasi dan informasi Covid-19 yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat, penyediaan handsanitizer dan antiseptik bagi masyarakat yang membutuhkan, pendampingan ODP dan PDP bersama Puskesmas dan tenaga medis, penyemprotan desinfektan untuk 28 titik masjid, pesantren dan fasilitas,  dan lain-lain. 

Sementara itu Pegawai Mandiri Syariah berinisiatif menyisihkan gaji bulan Maret, April dan Mei untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 di seluruh Indonesia. Selain menyelenggarakan aksi kepedulian, Mandiri Syariah juga menggelar doa serentak bersama Stakeholders agar wabah segera usai. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense