BREAKING NEWS
 

Bisnis Tetap Eksis Saat Covid-19

Kembangkan Perbankan Digital, Mandiri Tingkatkan Kolaborasi

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 14 Oktober 2020 10:30 WIB
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat dalam webinar, Selasa (12/10). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Rico menegaskan, adanya Mandiri API akan mempermudah kerjasama bank dengan para mitra berplatform digital, baik itu e-commerce, fintech, start-up, dan korporasi lainnya.

"Layanan topup e-money bisa dilakukan di aplikasi Tokopedia tanpa perlu melalui Mandiri, bisa juga merchant Bukalapak mengajukan kredit melalui aplikasi Bukalapak itu sendiri tanpa harus datang ke Bank Mandiri," ujarnya.

Ke depan, sambung Rico, pengembangan digital harus dilakukan secara bersamaan alias kolaborasi dengan pihak ketiga.

Adsense

Selain agar lebih efisien, lewat kolaborasi pengembangan digital akan menjadi lebih cepat sekaligus tepat sasaran. "Yang terpenting, bagaimana pengembangan digital juga diiringi dengan peningkatan sistem keamanan siber.

Baca juga : Menkop Teten Dorong Peran Anggota Aktif Majukan Koperasi

Tingginya transaksi digital perbankan, membuat keamanan data nasabah rentan dari sasaran pembobol. Artinya, mau tidak mau perbankan perlu berani untuk menggelontorkan dana untuk investasi demi memberi rasa aman pada nasabah," tuturnya.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat melihat, di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, penggunaan layanan bank yang baik adalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Bahkan ia mencatat, banyak layanan bank yang konvensional juga naik menjadi layanan digital. "Bagaimana mendorong industri perbankan bisa mempertahakan eksistensinya saat Covid-19 menghadirkan layanan cepat, aman dan nyaman," ucapnya dalam diskusi webinar bertajuk Multipolar Infobank, IBM Power AI Leading In Transformation With Service Improvement, di Jakarta, Selasa (13/10).

Saat ini menurut Teguh sudah banyak sektor ekonomi bahkan di luar perbankan yang juga berlomba-lomba menggunakan layanan digital.

Baca juga : Kasus Baru Covid-19 Di Kota Bogor Didominasi Penularan Di Perkantoran

Khusus di perbankan, regulator mencatat, di Agustus 2020 terdapat peningkatan transaksi mobile banking sebesar 54,3 persen yoy atau 5,7 persen dari bulan sebelumnya menjadi 302,6 juta transaksi.

Peningkatan juga terjadi pada transaksi internet banking sebesar 49,3 persen yoy atau masih tumbuh 4 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 135 juta transaksi. "Ini menandakan transformasi perbankan dari konvensioanl ke digital, dengan munculnya teknologi terkini menjadi fokus industri," katanya.

Senior Systems Architect PT IBM Indonesia Dedi Widharwanto menuturkan, kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) mulai memasuki hampir setiap sektor di Indonesia termasuk sektor keuangan dan industri perbankan.

Di industri perbankan misalnya, teknologi AI biasa digunakan dalam menentukan credit scoring nasabah. AI membaca data-data nasabah yang di bank dari berbagai aspek seperti data rekening, kelancaran pembayaran kredit, dan sebagainya.

Baca juga : Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa Saat Kampanye

Data-data tersebut kemudian keluar menjadi karakter nasabah yang menentukan apakah nasabah terbut layak diberikan kredit atau tidak. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense