BREAKING NEWS
 

Jajaki Kerja Sama Health Tourism Dengan Inggris

Erick: Orang Indonesia Tak Usah Berobat Ke Singapura

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 16 Oktober 2020 06:01 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Istimewa)

 Sebelumnya 
Erick yakin, ketahanan energi Indonesia akan semakin baik ke depan dengan kerja sama itu. Apalagi, MIND ID sebagai Holding BUMN industri mineral dan batubara telah merampungkan proses divestasi 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk (PT VI), yang merupakan perusahaan pemilik aset nikel terbaik dan terbesar di dunia.

Artinya, MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia.

Baca juga : Rusia Lirik Kerja Sama Sektor Energi Dengan Indonesia

Dirut MIND ID, Orias Petrus Moedak menilai, ketertarikan dua produsen raksasa EV Battery itu untuk terlibat dalam rantai pasok nikel, menunjukkan adanya sinergi yang strategis, saling menguntungkan, dan melengkapi untuk memajukan industri pertambangan.

“Saya optimistis, hal ini akan semakin menumbuhkan kepercayaan banyak perusahaan kelas dunia kepada MIND ID, dalam mengembangkan industri minerba lainnya di Tanah Air,” katanya pede.

Baca juga : Shin Tae-yong Sampaikan Perkembangan Timnas U-19 Indonesia dari Kroasia

Hal Senada disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Menurutnya, pihaknya siap membangun pabrik EV Battery bersama dua perusahaan BUMN energi lainnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Nantinya, Inalum bakal fokus di sektor hulu sebagai pemasok bahan baku. Sementara PLN fokus di sektor hilir sebagai distributor. Dan Pertamina di tengah-tengah menyiapkan prosesnya,” katanya.

Baca juga : Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menambahkan, ketertarikan CATL dan LG Chem untuk berinvestasi dalam hilirisasi industri minerba, akan mempercepat perluasan penggunaan kendaraan listrik sesuai Perpres No. 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai untuk transportasi jalan.

“Selain menyiapkan industri hingga produk EV Battery, kami juga sudah berkolaborasi dengan lembaga terkait, dan produsen otomotif yang masuk pasar Indonesia. Terutama dalam menyiapkan infrastrukturnya berupa stasiun pengisian listrik,” tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense