Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pandemi Covid-19 Tak Halangi Indonesia Ekspor Beras Pandan Wangi ke Singapura

Senin, 30 Maret 2020 23:36 WIB
Beras Pandan Wangi Cianjur yang diekspor ke Singapura. (Foto: Humas Kementan)
Beras Pandan Wangi Cianjur yang diekspor ke Singapura. (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah suramnya ekonomi akibat wabah Covid-19, sektor pertanian tetap memberikan angin segar. Memasuki masa panen raya padi yang berlangsung akhir Maret, Indonesia kembali berhasil melakukan ekspor perdana 20 ton beras premium Pandan Wangi Cianjur, ke Singapura. Ekspor dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (26/3)

“Beras Pandan Wangi Cianjur merupakan salah satu varitas yang digemari di Singapura. Selain bertekstur pulen, beras Pandan Wangi Cianjur juga beraroma wangi alami ketika dimasak. Keunggulan komparatif ini membuat beras Pandan Wangi Indonesia memiliki market tersendiri di Singapura,” ujar Asisten Manager PT Buyung Poetra Sembada, Fredi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (30/3).

Berita Terkait : Tangkal Dampak Covid-19, CORE Indonesia Usulkan 7 Jurus

Fredi mengungkapkan, ekspor beras tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaannya terhadap masyarakat Indonesia dan juga dalam rangka menyukseskan Program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang dicanangkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Selain itu, Fredi juga mengharapkan Pemerintah terus meningkatkan produktivitas beras Pandan Wangi Cianjur untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. 

Pemerintah diharapkan terus meningkatkan upaya mempromosikan keunggulan beras Pandan Wangi Cianjur dibandingkan dengan beras serupa yang dihasilkan negara-negara pesaing. “Ada nilai lebih dari selisih harga yang dibayarkan dibandingkan ketika membeli beras dari negara lain,” ungkap Fredi 

Berita Terkait : Covid-19 Juga Ancam Penghuni Lapas, Komisi III Minta RUU Permasyarakatan Dikebut

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Gatut Sumbogodjati, mengatakan, pada masa panen ini diperkirakan produksi GKG pada Maret 2020 mencapai 5,6 juta ton atau setara 3,19 juta ton beras. April 2020 menjadi masa pucak panen raya dengan perkiraan produksi GKG sekitar 8,83 juta ton atau setara dengan 5,03 juta ton beras. 

Berdasarkan data perhitungan prognosa ketersediaan dan kebutuhan beras yang dilakukan Badan Ketahahan Pangan Kementan, stok beras dinyatakan aman bahkan sampai akhir Mei 2020 masih surplus sekitar 7,77 juta ton. “Sehingga perkiraan surplus untuk komoditas padi juga memberikan angin segar bagi eksportir beras,” ujar Gatut. [KAL]