BREAKING NEWS
 

Terapkan Program ISED, Pemerintah Gandeng Jerman Bangkitkan Wisata Lombok

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Senin, 9 November 2020 16:08 WIB
Diskusi virtual bersama seluruh mitra proyek ISED, terkait keberlajutan pendekatan bisnis inklusif di sektor pariwisata berkelanjutan, Senin (9/11). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Adapun sejumlah kegiatan proyek ISED yang menggunakan pendekatan bisnis inklusif di sektor pariwisata berkelanjutan bersama mitra swasta dapat ditemui dalam bentuk, pertama, wisata kebugaran bersama Martha Tilaar Group, kedua, membuka peluang kegiatan wisata dan tujuan wisata bersama Panorama Group dan Wise Steps Travel. Ketiga, mengembangkan potensi kopi bersama Indonesia Coffee Academy (ICA) di bawah naungan Anomali Group.

Selanjutnya keempat, pembelajaran praktik pertanian kopi yang baik bersama Sustainable Coffee Platform Indonesia (SCOPI), kelima, mengembangkan potensi lokal kuliner Lombok bersama Generasi Baru Dapur Indonesia (GBDI), dan keenam, mengembangkan potensi tujuan wisata yang ramah lingkungan bersama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Adsense

Secara umum terdapat dua hal yang paling menonjol terkait ketenagakerjaan di Indonesia, antara lain kurangnya jumlah pekerja terampil dan ketidakcocokan antara permintaan dan pasokan tenaga kerja. "Karenanya, proyek ISED ditujukan untuk membantu mengatasi promosi ketenagakerjaan dengan melakukan pendekatan dengan sektor swasta dan publik, mengimplementasikan pendekatan bisnis inklusif dan pelatihan guna meningkatan keterampilan dan peluang kerja bagi penerima manfaat," imbuhnya.

Baca juga : Jangan Khawatir, Pemerintah Pastikan Vaksin Aman Dan Lolos Uji Klinis

Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo mengatakan, melalui forum diskusi ini, keberlanjutan manfaat kerja sama antara seluruh mitra dalam implementasi proyek melalui pendekatan bisnis inklusif di sektor pariwisata di Lombok perlu dipupuk dan ditingkatkan ke skala nasional dan kebijakan.

Untuk itu katanya, bisnis inklusif merupakan suatu pendekatan di mana masyarakat yang berada di piramida ekonomi yang paling dasar, turut diikutsertakan dalam satu mata rantai usaha suatu perusahaan atau entitas usaha, baik sebagai pemasok, distributor, retailer dan konsumen yang bertujuan pada perubahan dan peningkatan ekonomi bagi kedua belah pihak.

Head of Corporate Communications Martha Tilaar Group, Palupi Candra berkomitmen, agar anak bangsa terutama kaum perempuan bisa mengembangkan diri, menjadi terampil, dan memanfaatkan potensi yang dimiliki sehingga dapat turut berkontribusi dalam memajukan perekonomian keluarga, wilayah sekitarnya hingga bangsa.

Baca juga : Bamsoet Dorong Pemerintah Perkuat Kerja Sama Pariwisata Indonesia-Turki

Di kesempatan yang sama, Ketua Desa Wisata Hijau Bilebante Pahrul Azim mengungkapkan, Desa Bilebante sangat terbantu dengan implementasi proyek-proyek kerja sama bilateral Indonesia – Jerman.

Pahrul mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan dapat dirasakan oleh masyarakat desa, antara lain pengembangan keterampilan yang berujung pada perbaikan pendapatan keluarga. "Masih banyak pekerjaan rumah yang menanti Desa Bilebante agar lebih berkembang lagi, tapi kami optimis dengan keberlanjutan kerja sama yang sudah terjalin," tuturnya.

Untuk diketahui, kerja sama bilateral pemerintah Indonesia-Jerman di sektor pariwisata berkelanjutan akan terbina selama sepuluh tahun di 2021 mendatang.

Baca juga : Menko PMK: Pemerintah Tetap Salurkan Bansos Di Tahun 2021

Beberapa capaian utama yang telah dikontribusikan menurut Pahrul antara lain, satu pendekatan yang digunakan dalam memilih sektor atau komoditas unggulan untuk pengembangan ekonomi lokal dan daerah, antara lain melalui pendekatan rantai nilai (value chain approach)."Kedua, adopsi standar global (Global Sustainable Tourism Council) untuk pelaksanaan pembangunan pariwisata berkelanjutan nasional dan menjadi Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan,"ujarnya.

Ketiga, Pedoman Desa Wisata Hijau yang disusun dengan kolaborasi strategis dengan 5 kementerian terkait dan 1 sektor swasta. Keempat, lebih dari 300 orang menerima manfaat dari pekerjaan baru yang dibarengi dengan kondisi kerja yang lebih baik serta perbaikan pendapatan.

"Dan lima, Lebih dari 1.700 orang menerima pelatihan yang inovatif untuk meningkatkan peluang kerja, termasuk di dalamnya, pemberdayaan lebih dari 5 ribu masyarakat dan/atau pemilik usaha kopi lokal di kegiatan pelatihan e-learning barista, "tutup Pahrul. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense