Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sandi Dorong Pemerintah Manfaatkan GSP AS Untuk Kerek Perdagangan

Rabu, 4 Nopember 2020 20:18 WIB
Sandiaga Uno. (Foto: ist)
Sandiaga Uno. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahudin Uno menilai, Indonesia berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, setelah menerima perpanjangan preferensi tarif Generalized System of Preferences (GSP) atau pembebasan bea masuk dari Amerika Serikat (AS).

Kebijakan ini ditetapkan di masa pemerintahan Donald Trump. Namun siapapun nantinya yang menang di Pilpres AS, Sandi yakin akan meneruskan perjanjian ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Berita Terkait : Jokowi: Jadi Tuan Rumah Olimpiade, Bukan Untuk Gagah-gagahan

"Dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Tapi saya melihat kemungkinan Biden mengakhiri kebijakan GSP sangat kecil. Karena Biden akan berupaya mengurangi ketegangan dagang, akan ada de eskalasi," kata Sandi, Rabu (4/11).

Sandi pun mendorong pemerintahan Jokowi segera memanfaatkan peluang emas ini untuk melakukan diplomasi dagang dalam skala besar. "Saran saya untuk pemerintah, kepada Pak Jokowi atau Menteri Perdagangan dan duta besar yang bertugas di sana, kita harus lakukan diplomasi dagang skala besar, karena ini merupakan peluang besar bagi kita," kata Sandi.

Berita Terkait : MUI Kembali Bertepuk Sebelah Tangan

Menurutnya Indonesia punya banyak peluang untuk melanjutkan GSP ini dengan pendekatan yang lebih holistik. Sebab saat ini Indonesia berada di urutan ke 50 sebagai mitra dagang AS. Melalui perpanjangan kerja sama ekonomi ini, setidaknya Indonesia bisa masuk 10 besar negara mitra dagang AS dengan posisi ekonomi di urutan ke 16 dunia.

"Kita bisa fokus di UMKM. Karena UMKM ini bisa gas pol menaikkan ekspor tiga kali lipat. Kita bisa gunakan pembebeasan tarf ini untuk menggenjot ekspor," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. [UMM]