Sebelumnya
Nicke manambahkan, Pertamina dan PLN adalah penggerak roda besar perekonomian Indonesia.
Di tahap awal, Pertamina dan PLN akan masuk dalam riset dan teknologi, mengingat saat ini kita memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, terbatas dalam teknologi.
“IEEI diharapkan dapat memberikan advokasi untuk pemerintahan kita. Ke depannya, dapat menjadi advokasi di dunia internasional,” imbuh Nicke.
Baca juga : Inovasi Green Energy 2020, Jawaban Pertamina Terhadap Energi Masa Depan
Pertamina dan PLN dapat melanjutkan dan meningkatkan kerja sama, yang selama ini telah berlangsung dengan baik demi kemandirian dan ketahanan energi nasional. Serta keberhasilan transisi dan transformasi energi, agar Indonesia menjadi kekuatan ekonomi yang kokoh dan maju.
“IEEI juga diharapkan bisa menjawab tantangan di Indonesia, terkait kondisi energi yang memerlukan kerja sama dan pemikiran menyeluruh dari semua pihak. Untuk itu, diperlukan suatu organisasi yang dapat menyumbangkan pemikirannya untuk menjawab semua tantangan tersebut,” terang Nicke.
Lebih lanjut, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menegaskan, pembentukan IEEI merupakan terobosan strategis bagi PLN dan Pertamina.
Baca juga : Pertamina Resmikan Seruput Kopi Kang!
Nantinya, IEEI dapat berkontribusi bagi pengembangan sektor kelistrikan dan energi di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah dalam menjaga ketahanan energi.
“IEEI diharapkan dapat menjadi lembaga think tank yang menghasilkan report dan penelitian yang dapat memberikan kontribusi luas bagi pengembangan sektor listrik dan energi di Indonesia,” ungkapnya.
Tim Kerja IEEI akan menyiapkan peta jalan dan rencana program kerja 10 tahun ke depan. Termasuk, penyusunan energi outlook yang dapat menjadi quick wins untuk kedua perusahaan.
Baca juga : Gubernur Sumatera Barat Perintahkan Perbanyak Tracing Dan Testing
Kegiatan-kegiatan IEEI tersebut direncanakan aktif di tingkat nasional maupun internasional. Dalam kesempatan yang sama Chairman Indonesian Institute Energy Economics, Prof Subroto juga menyampaikan, semua pihak yang terkait dalam pengelolaan energi harus bekerja secara inklusif, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
IEEI diharapkan dapat merangkul semua pihak untuk dapat bersinergi. "Kita harus bergotong royong dalam pengelolaan energi ini,” pungkasnya.
IEEI akan diisi oleh orang-orang ahli di bidang energi dan ketenagalistrikan yakni Nicke Widyawati (Dirut Pertamina), Zulkifli Zaini (Dirut PLN), Ego Syahrial (Sekjend Kementrian ESDM), Febrio Kacaribu (Kepala Badan Kebijakan Fiskal), Prof. Dr. Satryo S. Brodjonegoro (Penasehat Khusus Menko Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri), Prof. Kuntoro Mangkusubroto, Dr. Widhyawan Prawiraatmadja dan Dr. Hardiv Situmeang. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.