Sebelumnya
Pemerintah menggunakan momentum ini untuk meraih peluang dalam mendorong pemulihan ekonomi, dengan melakukan reformasi struktural melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif usaha, dan dukungan UMKM, untuk memberikan kepastian usaha dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, sehingga penciptaan lapangan kerja dapat terealisasi.
"Salah satu pendorong utama (key-driver) yang diandalkan adalah melalui UU Cipta Kerja,” kata Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah strategi lainnya. Antara lain melanjutkan Program Komite PC-PEN (Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) di tahun 2021, dukungan kebijakan untuk pemberdayaan UMKM, penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI), dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF.
Baca juga : Vaksin Covid-19 Sputnik V Dapat Bertahan Selama 2 Tahun
Sinyal pemulihan mulai terlihat. Ekspor mulai pulih pada akhir 2020. Tren ini diharapkan dapat terus terjaga pada tahun 2021.
Indonesia telah mendapatkan kembali fasilitas Generalized System of Preferences (GSP), yang tentunya akan mendorong ekspor Indonesia. Transaksi Berjalan Indonesia pun pertama kalinya mencatat surplus 964 juta dolar AS atau 0,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak 10 tahun terakhir.
Kondisi ini juga didukung oleh Neraca Perdagangan Indonesia, yang sampai dengan Oktober 2020, membukukan surplus sebesar 17,07 miliar dolar AS, serta Cadangan Devisa yang cukup tinggi sebesar 135,2 miliar dolar AS pada Triwulan III/2020.
Baca juga : Gelora Angkat Topi Untuk Presiden Jokowi
Berdasarkan data PDB pada Triwulan III tahun 2020 yang telah menunjukkan tren perbaikan, pemerintah optimis akan terus berlanjut di Triwulan IV 2020 dan sepanjang tahun 2021.
“Indonesia telah melewati posisi rock bottom, posisi terendah ekonomi pada Triwulan II. Kita optimis tren perbaikan dan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun mendatang,” ujar Menko Airlangga.
Tren perbaikan juga terlihat dari kinerja pasar saham dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. IHSG berada pada kisaran 6.100 dan rupiah pada posisi 14.100 per dolar AS. Posisi ini relatif stabil dan mulai kembali, atau bahkan lebih baik dari sebelum kondisi Covid-19.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.