Sebelumnya
Eks Wali Kota Solo ini juga mengingatkan anak buahnya agar tak lengah dalam menghadapi tahun ini.
“Di 2021 kita harus bekerja lebih cepat lagi. Kita harus sadar masih dalam kondisi krisis, semangatnya harus berbeda, auranya harus berbeda, harus pindah ke channel extraordinary,” tegas Jokowi.
Apakah penurunan anggaran di tahun 2021 ini akan berdampak ke pemulihan ekonomi?
Baca juga : Covid-19 Dan Perubahan Sosial Di Masyarakat
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, hal tersebut akan sangaf bergantung kepada proses realisasinya nanti.
“Walaupun anggaran turun, kalau realisasi baik dan tepat sasaran, pasti dampaknya akan sangat positif ke pemulihan ekonomi,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut dia, tahun ini insentif usaha berupa insentif pajak, berpeluang masih akan rendah realisasinya.
Baca juga : Kekayaan Bersihnya Melampaui Rp 2.572,50 Triliun, Elon Musk Terkaya Sejagat
Pasalnya, insentif pajak tidak akan begitu efektif ketika proses pemulihan ekonomi masih berjalan lambat.
“Belum lagi bicara persyarat-an yang harus dipenuhi untuk mendapatkan insentif yang tidak sederhana. Ini juga bisa dijadikan bahan evaluasi,” tambah Yusuf.
Menurut Yusuf, evaluasi juga harus dilakukan di sektor perlindungan sosial. Harus ada pembaharuan data agar bantuan ini lebih optimal manfaatnya bagi masyarakat dan mendorong daya beli.
Baca juga : Sabam Sirait: Kuping Dan Hati Politisi Harus Dekat Dan Bersama Rakyat
“Kalau melihat dari proyeksi ekonomi tahun ini, kita optimis, walau anggaran lebih rendah tapi dampak stimulan ke ekonomi bisa semakin baik,” pungkasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.