BREAKING NEWS
 

Hadapi Tekanan, Kredit BNI Catat Pertumbuhan 5,3 Persen

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 29 Januari 2021 19:22 WIB
Caption : Dari kiri, Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, dan Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir pada Public Expose BNI Tahun 2020 di Jakarta, Jumat (29/1). (Foto: Dok. BNI)

 Sebelumnya 
Bekal PPOP tersebut, lanjut Novita, menambah ruang bagi BNI untuk memupuk pencadangan yang memadai dalam menghadapi tantangan perekonomian di masa mendatang dan juga memberikan kekuatan untuk meminimalisir volatilitas keuntungan perseroan.

Adsense

"Kami bersyukur, BNI tetap mencatat laba bersih sebesar Rp 3,3 triliun disertai dengan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio berada pada level 182,4 persen lebih besar dibandingkan 2019 yang sebesar 133,5 persen," katanya.

Di tengah masa pemulihan dari Pandemi Covid-19 dan terus berupaya menumbuhkan bisnis, terutama pada triwulan terakhir 2020, BNI fokus pada penguatan fundamental perseroan. Hasilnya cukup memuaskan. "Dengan progam transformasi yang dilakukan, kami yakin bahwa kinerja BNI tahun 2021 jauh akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020," ujarnya.

Baca juga : Ucapkan Selamat Ke Biden, Jokowi Ajak Perkuat Hubungan Kemitraan

Sementara dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) masih dapat tumbuh berkat penyaluran kredit di tengah pandemi, sekaligus memastikan fungsi intermediasi perseroan tetap berjalan.

Kredit BNI tersalurkan pada segmen korporasi, segmen bisnis kecil, dan payroll loan dari segmen bisnis konsumer yang memiliki risiko rendah. Kredit yang tetap tumbuh baik, penyaluran kredit didukung dari berbagai segmen, seperti segmen korporasi meningkat 7,4 persen yoy menjadi Rp 309,7 triliun, segmen bisnis kecil masih sustain sebesar 12,3 persen yoy menjadi Rp 84,8 triliun, kredit konsumer naik 4,7 persen yoy menjadi Rp 89,9 triliun pada akhir tahun lalu.

Penyaluran kredit tersebut ditopang oleh akumulasi Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,6 persen yoy menjadi sebesar Rp 679,5 triliun. Strategi perseroan untuk terus fokus pada peningkatan dana murah tercermin dari rasio CASA pada akhir Desember 2020 yang berada di level 68,4 persen atau meningkat 160 bps.

Baca juga : Kapasitas RS Di Ibukota Cuma Tersisa 13 Persen

"Upaya perseroan dalam peningkatan CASA berhasil menekan biaya dana pihak ketiga. Dampak positif dari penurunan biaya dana pihak ketiga ini diteruskan oleh bank kepada nasabah dalam bentuk penurunan suku bunga kredit," terangnya,

Novita melanjutkan, BNI akan melangkah dengan lebih optimis, dengan transformasi yang secara resmi dimulai pada 27 Januari 2021. Langkah-langkah transformasi yang disiapkan BNI akan memastikan perseroan tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Manajemen telah menetapkan strategi untuk menjadikan BNI sebagai Lembaga Keuangan Yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja secara Berkelanjutan.

Baca juga : Pengacara Minta Kebijakan KPK Batasi Bertemu Klien Direvisi

"Upaya akselerasi peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan, serta menyempurnakan rencana jangka panjang BNI. Program Transformasi BNI ini berbasiskan value BNI RACE, yaitu Risk Culture, Agile, Collaboration, dan Execution Oriented," ujarnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense