RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mempercepat pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 dengan kapasitas 1x315 Mega Watt (MW). Kini progress pembangunannya sudah mencapai 87,68 persen.
Pembangkit ini akan meningkatkan pasokan listrik. Proyek yang pelaksanaannya di bawah tanggung jawab PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat ini baru saja merampungkan pelaksanaan Boiler Hydrotest pada Maret 2019.
Baca juga : El Real Siapkan Rp 4,4 Triliun Boyong Mbappe
Artinya, proyek pembangkit ini telah menapaki progres yang signifikan dan direncanakan rampung pada kuartal III- 2019.
Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Pemerintah yaitu 35.000 MW, untuk menambah kapasitas Pusat Pembangkit energi listrik dan dayanya akan dievakuasi melalui sistem transmisi 150 kV, sehingga bisa didistribusikan kepada pelanggan di daerah Banten, DKI Jakarta dan sekitarnya.
Baca juga : Tembus Rp 2 Triliun, Wika Pecahkan Rekor Laba Bersih
Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS mengatakan, pembangunan PLTU Lontar Extension 1x315 MW ini berfungsi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di regional DKI Jakarta dan Banten. Dan, meningkatkan kapasitas dan keandalan pada sistem Jawa Bagian Barat.
“Proyek PLTU Lontar Extension 1x315 MW ini berbahan bakar batu bara jenis low rank coal (LRC). Proyek PLTU Lontar Extension ini dibangun di lokasi pembangkit PLTU 3 Banten existing, dengan progress 87,68 persen. PLTU ini direncanakan beroperasi September 2019,” ujar Haryanto.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.