BREAKING NEWS
 

Industri E-Commerce Lagi Naik Daun

Bos Garuda Pede Omzet Kargo Melejit Tahun Ini...

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Jumat, 5 Maret 2021 05:55 WIB
Direktur Utama Garuda In­donesia, Irfan Setiaputra dalam acara CEO Talks: Garuda Mela­wan Badai, Rabu malam (3/3). (Foto : Tangkapan Layar Youtube Berita Satu).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pede bisa mengubah kinerja negatif 2020 menjadi positif tahun ini. Capaian tersebut diproyeksi antara lain disumbang dari kenaikan bisnis angkutan kargo.

Direktur Utama Garuda In­donesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, sejak dipercaya menahkodai Garuda, dirinya diamanatkan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir untuk membuat maskapai ini menjadi perusa­haan yang efisien.

“Begitu masuk, kondisi keuangan Garuda sebenarnya oke-oke saja, hanya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya biaya sewa pesawat yang sangat mahal,” jelas Irfan, dalam acara CEO Talks: Garuda Mela­wan Badai, Rabu malam (3/3).

Baca juga : Industri Otomotif Dipatok Naik 6 Persen, Begini Caranya

Saat itu, Irfan mengaku, me­nemukan, penggunaan pesawat Bombardir CRJ 1000 membuat perseroan tekor setiap tahun­nya, sekalipun tingkat keterisian penumpangnya (okupansi) men­capai 100 persen.

“Makanya kami lihat kon­traknya, bisnis modelnya, rute hingga harga tiket. Namun, beyond itu semua, kami pastikan tipe pesa­wat ini tidak cocok dengan karak­ter orang Indonesia,” katanya.

Sebab, sambung Irfan, pe­sawat tersebut didesain untuk pesawat jenis commuting, atau untuk rute jarak pendek. Yakni, orang melakukan perjalanan singkat, dan penumpang tidak membawa banyak barang. Oleh sebab itu, kapasitas bagasi pesa­wat ini kecil.

Baca juga : Selama Libur Nataru, Truk Bertonase Berat Dilarang Melintas di Tanggal Ini

“Problemnya, bangsa kita ke­tika travelling, pulangnya selalu bawa oleh-oleh yang banyak. Jadi, nggak cocok antara profil pesawat dengan penumpang,” tuturnya.

Karena itu, manajemen mengambil langkah memutuskan kon­trak sewa secara sepihak. Irfan yakin, keputusan itu menjadi sangat rasional, dengan tujuan mengurangi atau menghilangkan kerugian perusahaan. Dipasti­kannya, sebelum mengambil keputusan tersebut, pihaknya sudah berbulan-bulan berdis­kusi dengan pihak lessor, namun tidak mencapai kata sepakat.

“Sebagai manajemen, kami meyakini yang namanya melaku­kan pembiaran kerugian perusa­haan, termasuk dari tindakan korupsi,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense