BREAKING NEWS
 

Industri E-Commerce Lagi Naik Daun

Bos Garuda Pede Omzet Kargo Melejit Tahun Ini...

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Jumat, 5 Maret 2021 05:55 WIB
Direktur Utama Garuda In­donesia, Irfan Setiaputra dalam acara CEO Talks: Garuda Mela­wan Badai, Rabu malam (3/3). (Foto : Tangkapan Layar Youtube Berita Satu).

 Sebelumnya 
Adapun, dari 18 pesawat Bom­bardier, 12 di antaranya sudah di-grounded (berhenti beroperasi) sejak 1 Februari lalu. Sementara enam lainnya tetap beroperasi karena memiliki skema penye­waan yang berbeda. Yakni, pin­jaman melalui salah satu bank, sehingga diakhir sewa nanti keenam pesawat tersebut akan menjadi milik perusahaan.

Saat ini, rute-rute yang biasa dilayani ke-12 pesawat tersebut sudah dialihkan dengan pesawat lainnya. Sehingga, tidak meng­ganggu layanan penerbangan bagi penumpang. Ia meyakini, penghentian operasional 12 pesawat Bombardier ini mampu menekan kerugian yang dialami perusahaan, khususnya di tengah pandemi saat ini.

Adsense

Baca juga : Industri Otomotif Dipatok Naik 6 Persen, Begini Caranya

“Sebelum ditemukannya keru­gian atas operasional Bombar­dier ini, kami sudah menekan cost hampir 15 juta dolar AS (Amerika Serikat) per bulan (Rp 214,01 miliar), atau 170 juta dolar AS per tahun (Rp 2,42 triliun),” ungkapnya.

Selain memutus kontrak sewa pesawat, lanjutnya, strategi lain dilakukan perseroan yakni fokus pada kargo dan pesawat carter. Saat ini banyak pihak swasta dan kementerian yang menyewa pesawat Garuda untuk mengang­kut barang-barang berupa alat kesehatan, APD (Alat Pelindung Diri), khususnya untuk rute Jakarta-Sanghai, China. Menu­rutnya, Garuda menjadi satu-satunya maskapai di Indonesia yang capable untuk mengangkut produk farmasi.

Baca juga : Selama Libur Nataru, Truk Bertonase Berat Dilarang Melintas di Tanggal Ini

“Awalnya saya kira mengang­kut produk farmasi sama dengan angkut barang biasa, ternyata harus ada sertifikasi khususnya. Dan, kami capable untuk itu karena sudah mendapatkan ser­tifikasi khusus,” ujarnya.

Ia optimistis, ke depan angkutan kargo perseroan bisa memberikan kontribusinya ter­hadap pendapatan mencapai di angka 30-40 persen. Hal ini juga seiring adanya industri e-commerce yang terus tumbuh.

Baca juga : Cegah Bentrokan Lagi, TNI Antar Pulang Pendemo Kantor Gubernur Papua

Selain itu, perseroan juga akan menyasar segmen ekspor dari kota-kota di Indonesia ke luar negeri. Saat ini, beberapa ekspor yang sudah dilakukan di antaranya rute Manado ke Narita, Jepang untuk mengangkut ikan tuna, Makassar-Singapura, Bali-Hong Kong untuk komoditas ikan, serta Padang-Guangzhou, China yang mengangkut lebih dari 30 ton buah manggis.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense