Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri E-Commerce Lagi Naik Daun
Bos Garuda Pede Omzet Kargo Melejit Tahun Ini...
Jumat, 5 Maret 2021 05:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pede bisa mengubah kinerja negatif 2020 menjadi positif tahun ini. Capaian tersebut diproyeksi antara lain disumbang dari kenaikan bisnis angkutan kargo.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, sejak dipercaya menahkodai Garuda, dirinya diamanatkan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir untuk membuat maskapai ini menjadi perusahaan yang efisien.
“Begitu masuk, kondisi keuangan Garuda sebenarnya oke-oke saja, hanya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya biaya sewa pesawat yang sangat mahal,” jelas Irfan, dalam acara CEO Talks: Garuda Melawan Badai, Rabu malam (3/3).
Baca juga : Industri Otomotif Dipatok Naik 6 Persen, Begini Caranya
Saat itu, Irfan mengaku, menemukan, penggunaan pesawat Bombardir CRJ 1000 membuat perseroan tekor setiap tahunnya, sekalipun tingkat keterisian penumpangnya (okupansi) mencapai 100 persen.
“Makanya kami lihat kontraknya, bisnis modelnya, rute hingga harga tiket. Namun, beyond itu semua, kami pastikan tipe pesawat ini tidak cocok dengan karakter orang Indonesia,” katanya.
Sebab, sambung Irfan, pesawat tersebut didesain untuk pesawat jenis commuting, atau untuk rute jarak pendek. Yakni, orang melakukan perjalanan singkat, dan penumpang tidak membawa banyak barang. Oleh sebab itu, kapasitas bagasi pesawat ini kecil.
Baca juga : Selama Libur Nataru, Truk Bertonase Berat Dilarang Melintas di Tanggal Ini
“Problemnya, bangsa kita ketika travelling, pulangnya selalu bawa oleh-oleh yang banyak. Jadi, nggak cocok antara profil pesawat dengan penumpang,” tuturnya.
Karena itu, manajemen mengambil langkah memutuskan kontrak sewa secara sepihak. Irfan yakin, keputusan itu menjadi sangat rasional, dengan tujuan mengurangi atau menghilangkan kerugian perusahaan. Dipastikannya, sebelum mengambil keputusan tersebut, pihaknya sudah berbulan-bulan berdiskusi dengan pihak lessor, namun tidak mencapai kata sepakat.
“Sebagai manajemen, kami meyakini yang namanya melakukan pembiaran kerugian perusahaan, termasuk dari tindakan korupsi,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya