Sebelumnya
“Per Maret 2021, BNI sudah menyalurkan KUR sebesar Rp 7,1 triliun kepada 72 ribu pelaku UMKM atau sekitar 22,1 persen dari kuota KUR yang didapat perseroan tahun ini,” tuturnya.
Sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga terus mendorong pertumbuhan kredit di segmen UMKM. Per Januari 2021, Bank Mandiri mencatatkan kredit UMKM Rp 88,2 triliun atau sebesar 11,9 persen dari total kredit perseroan secara bank only. Jumlah ini mengalami sedikit kenaikan dari posisi Desember 2020 sebesar 11,8 persen.
Waspadai NPL
Baca juga : Progres Pembangunan PLTA Jatigede Capai 85 Persen, Ditarget Kelar Tahun Ini
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani berpendapat, keinginan pemerintah mengerek porsi kredit UMKM sebesar 30 persen, sepertinya tidak serta merta mampu dipenuhi seluruh perbankan. Pasalnya, tidak semua bank sanggup hanya fokus pada pembiayaan UMKM.
“Karena ada bank yang memang fokus di korporasi bahkan di sektor lain. Jadi nggak bisa juga dipaksa, terutama bank di luar Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), saya rasa masih cukup sulit memenuhinya,” kata Aviliani kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebab ia khawatir, jika dipaksakan justru menambah rasio NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet bank. Bahkan dia yakin, bank swasta akan kesulitan bersaing dengan bank yang memiliki plafon KUR tinggi.
Baca juga : Lewat Aplikasi Digital, ACC Catat Kenaikan Pengajuan Kredit Hingga 102 Persen
Karena itu, mantan Komisaris Bank Mandiri ini menyarankan, agar bank-bank di luar Himbara bisa bekerja sama dengan layanan fintech (financial technology) dalam menyalurkan pembiayaan ke UMKM.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar porsi kredit untuk UMKM naik mencapai lebih dari 30 persen dari total kredit pada 2024. Disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, presiden juga meminta plafon KUR tanpa jaminan dinaikkan dari yang semula Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta.
Senada, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini, penambahan porsi rasio kredit bagi para pelaku UMKM tersebut akan mendorong pelaku UMKM di Indonesia cepat naik kelas.
Baca juga : Pandemi, Pengajuan Kredit Mobil ACC ONE Naik 102 Persen
“Kami harap dengan adanya perubahan kebijakan anggaran pembiayaan ini, bisa semakin banyak usaha mikro yang naik menjadi kecil, kecil ke menengah, dan seterusnya,” harap Teten di Jakarta, Selasa (6/4). [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.