RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berencana mengerek porsi kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM) menjadi 30 persen dari semula 20 persen. Harapannya, pelaku usaha makin cepat naik kelas.
Dalam Rapat Terbatas (ratas) Presiden Jokowi Senin, (5/4) disebutkan, hingga 2020, kredit UMKM berada di level di 18-20 persen dari total kredit. Dari data Bank Indonesia (BI) per Februari 2021, porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan nasional masih sekitar 18,6 persen atau mencapai Rp 1.010,3 triliun dari total kredit sebesar Rp 5.417,3 triliun. Bahkan komposisi tersebut tidak berubah dari akhir 2020.
Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aestika Oryza Gunarto mengaku tak masalah atas target baru yang ditetapkan pemerintah. Toh, selama ini perseroan selalu merealisasi penyaluran kredit UMKM jauh di atas target tersebut. Misalnya di akhir 2020, komposisi kredit UMKM BRI naik signifikan dibanding 2019 mencapai 82,13 persen dari 79 persen.
Baca juga : Progres Pembangunan PLTA Jatigede Capai 85 Persen, Ditarget Kelar Tahun Ini
Menurut Aestika, hal tersebut terjadi karena selama ini BRI yang paling konsisten menggelontorkan kredit ke usaha wong cilik ini. Bahkan bisa dikatakan yang paling tinggi porsi pembiayaan UMKM-nya dibanding bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya maupun bank swasta.
“Target kami, ke depan porsi kredit UMKM BRI akan terus meningkat sampai 85 persen dari total keseluruhan kredit BRI. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pemberdayaan terhadap segmen UMKM di Indonesia,” tegas Aestika kepada Rakyat Merdeka, Kamis (8/4).
Ia menjelaskan, saat ini pertumbuhan kredit BRI fokus pada segmen yang berpotensi terus tumbuh. Yakni, segmen mikro, dengan sektornya pertanian, pangan, alat kesehatan dan obat-obatan.
Baca juga : Lewat Aplikasi Digital, ACC Catat Kenaikan Pengajuan Kredit Hingga 102 Persen
Adapun dari sisi Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang Januari-Februari 2021, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 26,4 triliun kepada sekitar 937 ribu pelaku UMKM. Nilai ini setara 15,5 persen dari Rp 170 triliun total kuota KUR yang dipatok tahun ini.
Terpisah, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Mucharom mengatakan, portofolio kredit UMKM baru mencapai 18,6 persen dari total kredit perseroan. Per Februari, kredit UMKM ini tumbuh 12,9 persen secara year on year (yoy).
“Tapi porsi kredit UMKM saya pastikan meningkat signifikan pada porsi kredit tahun ini, seiring adanya peningkatan plafon juga mendorong luasnya jangkauan kredit UMKM BNI,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Pandemi, Pengajuan Kredit Mobil ACC ONE Naik 102 Persen
Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menambahkan, di awal 2021 pertumbuhan kredit segmen UMKM 14 persen secara tahunan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.