BREAKING NEWS
 

Belanja Lebaran Jadi Vitamin Buat Rupiah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 4 Mei 2021 09:50 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis. Rupiah menguat 0,04 persen atau di level Rp 14.445 per dolar AS, dibanding perdagangan sebelumnya di level Rp 14.450 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia pagi ini bervariasi. Rupiah pun menguat bersama rupee India sebesar 0,20 persen, Won Korea 0,18 persen, dolar Taiwan 0,10 persen, pesso Filipina 0,03 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,003 persen terhadap dolar AS.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya menguat 0,14 persen ke level 91,072. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro mengalami pelemahan sebesar 0,09 persen ke level Rp 17.406, terhadap poundsterling Inggris turun 0,05 persen ke level Rp 20.064 dan terhadap dolar Australia menguat 0,04 persen ke level Rp  11.189.

Baca juga : Hadapi Lebaran, BRI Siapkan Kas Rp 36,7 Triliun

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh prospek pemulihan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021. 

Adsense

Hal tersebut terlihat dari lonjakan masyarakat yang memenuhi berbagai pasar, mall maupun yang tempat lainnya untuk berbelanja memenuhi kebutuhan di hari raya Idul Fitri. Ini membuat perputaran uang di kota besar, terutama DKI Jakarta terus melonjak dan sesuai dengan target pemerintah.

“Konsumsi masyarakat akan didorong oleh aktivitas Lebaran yang berpotensi lebih baik dibanding tahun lalu,” jelasnya, Selasa (4/3).

Baca juga : Jelang Lebaran, BTN Siapkan Dana Rp 13,4 Triliun

Peningkatan aktivitas ini juga tak lepas dari terkendalinya jumlah kasus dan telah berjalannya vaksinasi. Sementara dari luar negeri, investor cenderung bersikap  berhati-hati ditengah pekan yang penuh dengan pertemuan bank sentral dan data ekonomi AS. 

“Mereka lagi mencari petunjuk tentang prospek inflasi global dan tanggapan pembuat kebijakan,” terang Ibrahim.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen sendiri mengatakan tidak ada dampak inflasi dari rencana pengeluaran pemerintah. Hal ini karena pengeluaran baru untuk keluarga dan infrastruktur akan tersebar selama bertahun-tahun.

Baca juga : Jelang Lawan Chelsea, Los Blancos Rapatkan Barisan

“Rupiah hari sepertinya akan berfluktuasi dan ditutup menguat di rentang Rp 14.440-Rp 14.480 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense