BREAKING NEWS
 

Arcandra Dorong Efisiensi Di PGN

Reporter : IRMA YULIA
Editor : FAZRY
Sabtu, 5 Juni 2021 07:45 WIB
Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar. (Foto : ANTARA FOTO).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisaris PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) men­dorong adanya kepastian pa­sokan gas dan pembangunan infrastruktur penunjangnya seiring meningkatnya per­mintaan gas.

Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar mengatakan, PGN sebagai subholding min­yak dan gas (migas) memiliki kewajiban dan tanggung jawab bahwa pemanfaatan gas bumi di Indonesia harus semakin optimal. Karenanya, di tengah tantangan pandemi Covid-19 saat ini, PGN juga harus mengambil inisiatif dan berbagai terobosan agar mampu menjalankan peran strategisnya itu.

Secara bisnis, Arcandra me­nilai, saat ini PGN terus men­dorong berbagai kebijakan efisiensi. “Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diam­bil mampu dijalankan secara maksimal. Dan memberikan keuntungan bisnis yang opti­mal kepada perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Arcandra, di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Moeldoko Dorong Digitalisasi TMII

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini mencontohkan, efisiensi di proyek pipa minyak Rokan sepanjang sekitar 360 kilome­ter (km). Yang mana, proyek tersebut dialihkan ke Pertagas dan PGN dengan Capital Expenditure (Capex/modal kerja) yang diajukan sebe­sar 450 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 6,4 triliun.

Setelah dikaji ulang, lanjut dia, akhirnya proyek tersebut dapat berjalan dengan Capex sebesar 300 juta dolar AS (setara Rp 4,2 triliun). Artinya, ada efisiensi 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 triliun.

Lalu, apa lagi efisiensinya? Melalui akun facebooknya, @arcandra.tahar, menyebut, termasuk di dalamnya ada­lah teknologi, cara penger­jaan dan juga cara mengelola proyek tersebut.

Baca juga : Pandemi, Momentum Dorong Transformasi Ekonomi Digital

“Jadi, tiga aspek utama efisiensi itu adalah teknologi, sumber daya manusia dan bis­nis proses yang dibuat secara efisien,” katanya.

Perseroan, lanjut Arcan­dra, juga berupaya melaku­kan berbagai perbaikan lain. Di antaranya terkait dengan Key Performance Indicator (KPI) dari kinerja pegawai dan direksi.

Adsense

Jika sebelumnya KPI di PGN dihitung berdasarkan berapa banyak investasi yang dilakukan, maka KPI tersebut diubah. Saat ini, perhitungan KPI didasarkan atas berapa banyak return yang dihasilkan dari sebuah investasi. Sehingga, tidak lagi berorientasi pada jumlah investasinya.

Baca juga : Jenderal AS: Perang Bisa Meluas Keluar Gaza

“Investasi merupakan tan­tangan di industri migas. Na­mun yang penting dipahami dan harus dilakukan adalah seberapa besar investasi yang dilakukan itu mampu mem­berikan profit bagi perusa­haan. Menurut hemat kami, itu akan menjadi kunci bagi BUMN seperti PGN bisa berkembang dengan baik,” bebernya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense