RM.id Rakyat Merdeka - Setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke negara tahun 2020 menurun. Hal ini dipastikan dampak dari penurunan kinerja keuangan akibat pandemi Covid-19.
Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai wajar penurunan dividen BUMN kepada negara. Pasalnya, banyak BUMN yang tidak membagikan dividen, akibat kinerja keuangan yang turun karena pandemi.
Baca juga : Menko Airlangga: KEK Batam Bisa Buat Indonesia Setara Negara Maju
“Bahkan tahun ini beberapa BUMN Karya tidak membagikan dividen. Seperti Adhi Karya, Wijaya Karya, dan Jasa Marga. BTN pun tidak membagikan dividen,” imbuhnya kepada Rakyat Merdeka.
Alhasil, lanjut Eko, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari hasil dividen BUMN ikut menurun. Menurutnya, perlu strategi jitu untuk memperbaiki kinerja BUMN. Terutama yang kondisi keuangannya tidak mudah dalam kondisi pandemi.
Baca juga : Penanganan Pandemi Covid-19, Kemenkes Beri Rapor Merah Pemprov DKI
Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, jumlah dividen disetrorkan BRI Rp 11,7 triliun, atau setara 26,4 persen dari total Rp 45 triliun dividen yang diterima negara dari BUMN.
“Ke depan, kami komit menjaga tren pertumbuhan kinerja meski perekonomian nasional dihadang pandemi Covid-19. Dan konsisten menghadirkan nilai sosial dan ekonomi bagi stakeholder,” ucapnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Di Tengah Pandemi, Phapros Bagikan Deviden 40 Persen
Aestika membeberkan, dalam meningkatkan pendapatan BRI, pihaknya akan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) melalui dua strategi. Pertama, dengan menaik kelaskan pelaku UMKM, dari skala mikro menjadi kecil dan kecil menjadi menengah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.