BREAKING NEWS
 

Co-Firing PLTU Ropa Manfaatkan Sampah Biomassa Dari Desa Keliwumbu

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 24 Juni 2021 18:26 WIB
Pelet dari hasil olahan sampah biomassa. (Dok. PLN)

 Sebelumnya 
Tak hanya itu, para warga juga ikut memanfaatkan sampah biomassa yang sebelumnya terbuang sia-sia.

“Kami bisa mengumpulkan sampah rumah tangga, sisa pertanian, perkebunan, dan lainnya. Pastinya kami tidak menebang pohon. Para warga desa perlahan mulai menyadari manfaat sampah dan kami juga lebih peduli pada lingkungan sekitar kami. Ada banyak manfaat yang sangat berguna dari sampah,” tambahnya.

Dalam satu hari total sampah yang dihasilkan sebanyak 5 ton, yang jika diolah melalui proses peletisasi dengan konsep pengolahan sampah, maka dari sampah segar ini menyusut menjadi 2 ton.

“Pelet yang dihasilkan sebanyak 80 persen diserap untuk bahan bakar pembangkit PLTU Ropa dan 20 persen untuk kebutuhan memasak warga,” ungkapnya.

Baca juga : 31 Perusahaan Taiwan Siap Bangun Bisnis Di Indonesia

Saat ini sedang dikembangkan kompor buatan SMK Negeri 2 Ende. Mereka dilatih PLN membuat kompor pelet dengan teknik _downdraft gasification_ jadi gasifikasi kompor _(gasification stove)._

Kompor ini juga akan diluncurkan besok Jumat, 25 Juni 2021 bersamaan dengan acara Launching _Continuous Firing Run_. Bupati Ende memberikan kompor gratis untuk 35 kepala keluarga (KK) di desa Keliwumbu.

Tak hanya itu, PLN juga telah melatih pengrajin ke desa keramik yang berhasil membuat kompor pelet dari tanah liat yang lebih murah.

“Karena akan percuma kalau ada pelet tetapi warga tidak dapat memakainya karena tidak ada kompor. Semakin banyak warga yang memakai kompor pelet ini, maka warga banyak terbantu,” ungkapnya.

Baca juga : Genjot Aktivitas Warga, PLN Resmikan 20 Listrik Desa Di Kalimantan

Sebagai anggota pengolahan sampah di Kabupaten Ende, Stefanus akan tetap semangat mengembangkan pelet ini.

“Saya dan warga merasa pelet ini menguntungkan. Selain itu, pengolahan sampah ini menjadi solusi bagi pengelolaan sampah di desa-desa,” tambahnya.

Manager PLN UPK Flores, Lambok Renaldo Siregar bercerita, tujuan awal PLN membangun pengolahan sampah di Desa Keliwumbu adalah untuk membantu mengelola sampah biomassa dengan mengolahnya menjadi pelet di tempat pengolahan sampah.

Pelet tersebut lalu akan dijadikan bahan bakar pengganti di PLTU Ropa. Namun ternyata dari hasil penelitian menemukan kalau pelet sampah yang kita hasilkan sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Baca juga : Wings Group Indonesia, Kenalkan Sabun Perawatan Diri Ala Korea

"Karena masyarakat di sini masih memakai kayu bakar atau minyak tanah saja. Minyak tanah mahal, sedang asap kayu bakar berbahaya. Sehingga kami uji coba dan ternyata pelet itu bisa dipakai untuk memasak. Dan juga lebih bersih karena menggunakan teknologi gasifier,” terangnya. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense