BREAKING NEWS
 

Laba Melesat Dan Penyaluran Kredit Lebihi Target

Mandiri Kebal Dampak Negatif PPKM Darurat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Sabtu, 31 Juli 2021 05:30 WIB
Dari kiri, Direktur Information Technology Bank Mandiri Timothy Utama, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Utama Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar dan Direktur Keuangan Dan Strategi Sigit Prastowo, berfoto bersama usai memaparkan kinerja Bank Mandiri Triwulan II - 2021, di Jakarta, kemarin. (Foto : AMA/RM).

 Sebelumnya 
Keuangan Meroket

Hingga kuartal II-2021, Bank Mandiri mampu meraih kenaikan laba bersih hingga 21,45 persen secara tahunan menjadi Rp 12,5 triliun. Di mana kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50 persen yoy menjadi Rp 35,16 triliun. Serta pertumbuhan pendapatan berbasis jasa (Fee Based Income) sebesar 17,27 persen (year on year/yoy) men­jadi Rp 15,94 triliun.

Baca juga : Takut Mati Karena Covid Takut Mati Karena Lapar

Dari aspek intermediasi per­bankan, Bank Mandiri juga meraih pertumbuhan kredit kon­solidasi sebesar 16,4 persen men­jadi Rp 1.014,3 triliun. Pertum­buhan ini ditopang oleh segmen wholesale banking yang tercatat tumbuh 7,13 persen menjadi Rp 534,2 triliun per akhir kuartal II 2021. Sementara pembiayaan ke segmen UMKM tercatat naik 20,1 persen menjadi Rp 98,3 triliun hingga Kuartal II-2021.

“Penyaluran kredit tersebut dilakukan secara prudent kepada targeted customer. Dengan mem­pertimbangkan sektor yang ma­sih potensial dan pemulihannya lebih cepat,” kata Darmawan.

Baca juga : Kemenag Terbitkan Edaran Penerapan Kegiatan Keagamaan Saat PPKM

Kualitas kredit yang cukup baik dengan rasio Non Performing Loan (NPL) Gross sebesar 3,08 persen, turun 21 basis poin (bps) dari kuartal II tahun lalu. Capaian ini juga diikuti dengan inisiatif untuk terus membentuk coverage ratio di level yang konservatif di kisaran 221,87 persen. Atau me­ningkat 26,35 persen dibanding­kan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), secara kon­solidasi hingga Kuartal II-2021 tumbuh 19,73 persen yoy men­jadi Rp 1.169,2 triliun, dengan komposisi dana murah sebesar 68,49 persen atau mencapai Rp 800,8 triliun. Pertumbuhan dana murah terutama didorong oleh pertumbuhan giro (bank only) sebesar 40,9 persen yoy.

Baca juga : Penyaluran Kredit Lancar Bantu Kerek Naik Jumlah Uang Beredar Juni

Darmawan menyatakan, pen­capaian kinerja positif Bank Mandiri di Kuartal II-2021 menunjukkan bahwa geliat per­tumbuhan mulai terjadi. “Kami akan memantau kondisi pereko­nomian secara berkala. Terma­suk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertum­buhan kinerja yang berkelanju­tan,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense