RM.id Rakyat Merdeka - PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) telah memilih Thai Oil Public Company Limited (Thaioil), kilang Refinery unggulan dari PTT Public Company Limited (PTT), sebagai investor strategis melalui proses yang ketat.
Direktur Chandra Asri, Andreas Suryandi mengatakan, Thaioil terpilih dengan mempertimbangkan penyelarasan strategis, nilai sinergis, prinsip kemitraan, manajemen dan kesesuaian teknologi.
“Secara keseluruhan, Thaioil memiliki kecocokan terkuat dalam pengetahuan teknis dan keahlian di industri ini, termasuk mengenai manajemen, keuangan dan keahlian teknis,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (10/8).
Hadir juga pada acara itu Vice President Corporate Relations and Sustainability Chandra Asri, Edy Rivai.
Baca juga : Kurangi Karbon, Chandra Asri Gaet TotalEnergies Pasang Panel Surya
Menurut dia, CAP dan Thaioil telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif untuk dilanjutkan ke penambahan modal di Chandra Asri Petrochemical melalui Penawaran Umum Terbatas yang diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Right issue ini akan mengikuti persetujuan dari OJK dan diharapkan selesai selambat-lambatnya pada 30 September 2021,” ujarnya.
Menurut dia, transaksi ini dilakukan melalui right issue yang telah ditetapkan oleh regulasi yang berlaku di Indonesia. Dana yang dikumpulkan melalui right issue ini akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi skala global kedua di Indonesia (CAP 2).
“Dengan kompleks kedua ini diharapkan dapat memenuhi pertumbuhan permintaan domesik Indonesia yang terus meningkat. Ini juga untuk mendukung visi pemerintah Industri 4.0 dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi,” ujarnya.
Baca juga : Grand Dafam Braga Bandung Tawarkan Paket WFH
Pemegang saham utama Chandra Asri yaitu PT. Barito Pacific Tbk dan SCG Chemicals Co Ltd (SCG Chemicals) mendukung penuh aksi korporasi untuk menyuntikkan ekuitas ke CAP ini. Total perkiraan investasi Thaioil yang memperoleh 15 persen kepemilikan saham di Chandra Asri setelah right issue dan SCG Chemicals yang mempertahankan sekitar 30,57 persen dari kepemilikan saham di Chandra Asri, mencapai hingga 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18,7 triliun.
Transaksi ini masih mensyaratkan persetujuan regulator yang berlaku, termasuk dari OJK dan diharapkan selesai selambat-lambatnya 30 September 2021. “Modal 1,3 miliar dolar AS ini merupakan bagian dari investasi untuk pembiayaan CAP 2 yang biaya proyeknya mencapai 5 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 65,8 Triliun,” ujarnya.
Tergantung pada Final Investment Decision (FID) untuk CAP2 yang ditargetkan pada tahun 2022, Thaioil dan SCG Chemicals dapat selanjutnya secara kolektif berinvestasi hingga 0,4 miliar dolar AS. Metode selanjutnya akan ditentukan oleh para pihak dan tetap tunduk pada persetujuan pemegang saham Chandra Asri serta otoritas pemerintah terkait di Indonesia.
“Konstruksi yang diperkirakan memakan waktu 4-5 tahun ini akan menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan pada masa konstruksi,” katanya.
Baca juga : KLHK Tindak Tegas NGO Asing Main Proyek Karbon Ilegal
Hasil kajian dari DDTC Tax Consulting pada 2021 mengatakan bahwa proyek CAP2 ini dapat menciptakan hilirisasi, memberikan pekerjaan langsung terhadap 3 juta orang. Kemudian, memberikan kontribusi peredaran upah nasional sebesar Rp 8,6 triliun dan memberikan output langsung terhadap PDB Rp 41 Triliun yang berdampak turunan terhadap perekonomian Rp 220 triliun.
Selain itu, CAP 2 ini akan menggandakan kapasitas produksi menjadi 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun. Dengan itu, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mengurangi ketergantungan kita pada impor.
“Yang tentu saja akan terbuka juga peluang pengembangan usaha di Industri hilir yang menggunakan produk petrokimia, penyediaan aktivitas ekonomi berkelanjutan, perbaikan devisa, technology sharing, dampak ekternalitas pengganda terhadap kawasan sekitarnya,” ujarnya. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.