BREAKING NEWS
 

Kinerjanya Terbukti Solid Di Tengah Pandemi

Laba BNI Meroket Capai Rp 7,7 Triliun

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Selasa, 26 Oktober 2021 06:50 WIB
Gedung Bank BNI. (Foto: Dok. BNI)

 Sebelumnya 
Permodalan Kuat

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menambahkan, BNI tetap optimistis rencana bisnis bank tahun ini akan tercapai. Apalagi kondisi ekonomi hingga akhir tahun diproyeksi tetap membaik.

“Kami yakin ekonomi tetap tumbuh. Ini terbukti karena kredit kami di kuartal III-2021 naik 3,7 persen yoy, inline dengan industri di 2,2 persen. Memang kredit sedikit melambat, tetapi akan baik lagi di kuartal IV-2021,” kata Novita.

Baca juga : Di Tengah Pandemi, Banyak Milenial Cari Rumah Tapak Minimalis

BNI menargetkan kredit di akhir 2021 bisa mencapai 5-7 persen. Terutama dengan fokus di pembiayaan segmen risiko rendah pada top tier debitur. Di mana mereka adalah leading di market bidang industri.

Di kuartal III-2021, sambung Novita, BNI akan fokus untuk memperkuat permodalan. Sehingga BNI memiliki struktur modal yang kuat dalam mendukung ekspansi bisnis. Pada September 2021, BNI sukses menerbitkan 600 juta dolar AS atau setara Rp 8,5 triliun perpetual bond dengan 2,7 kali oversubscribed (di atas jumlah yang ditawarkan).

“Ini yang dapat dikategorikan sebagai tambahan modal inti utama bagi BNI. Penerbitan ini merupakan yang pertama dilakukan oleh perbankan di Indonesia,” sebutnya.

Baca juga : Joss, Realisasi TKDN PLN Di Proyek Kelistrikan Capai Rp 35,32 Triliun

Adanya penerbitan AT-1 ini, membuat modal inti BNI naik 140 bps (basis poin). Sehingga rasio kecukupan modal atau CAR (Capital Adequacy Ratio) dan Tier 1 BNI per September 2021 meningkat. Menjadi masing-masing 19,9 persen dan 17,8 persen.

Dengan kapasitas bisnis yang dicerminkan oleh kondisi permodalan yang semakin kuat, pihaknya melanjutkan fokus pengembangan bisnis korporasi. Yakni dengan memberikan One Stop Wholesale Banking Solution bagi perusahaan-perusahaan top tier di bidangnya. Termasuk pembiayaan rantai pasok dan bisnis konsumer. Langkah ini terus memperlihatkan hasil positif.

“Selama kuartal III ini, setidaknya enam perusahaan top tier telah bergabung dalam ekosistem pembiayaan BNI. Salah satunya adalah produsen terbesar industri petrokimia terintegrasi di Indonesia, yaitu Chandra Asri,” ungkap Novita.

Baca juga : Kasus Wafat Terendah Di Tahun Ini, 19 Provinsi Laporkan Nol Kematian Harian

Pertumbuhan di segmen korporasi BNI juga sudah mulai terlihat. Di mana pertumbuhan rasio dana murah terhadap pinjaman dan pertumbuhan FBI, terhadap total pendapatan dari segmen korporasi juga terus meningkat.

“Pada 2022, kami semakin optimis dengan kondisi ekonomi dan penanganan Covid-19. Kami menargetkan kredit bisa tumbuh 7-10 persen didukung top tier perusahaan. Terutama di sektor manufaktur dan konsumer,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense