BREAKING NEWS
 

Kantongi Rp 2,5 T, Laba Bank Mega Kuartal III Melesat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 29 Oktober 2021 15:11 WIB
Bank Mega. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah goncangan pandemi Covid-19, PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) meraih pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 2,53 triliun pada kuartal III-2021. Jumlah ini naik 43 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,76 triliun.

Sementara laba sebelum pajak mencapai Rp 3,14 triliun. Angka tersebut naik 42 persen dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar 2,21 triliun.            

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib merinci, pertumbuhan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang naik sebesar 25 persen menjadi Rp 3,71 triliun. Pada periode sama tahun lalu hanya Rp 2,97 triliun. 

Kontribusi lainnya diperoleh dari pertumbuhan Fee Based Income yang naik sebesar 6 persen menjadi Rp 1,73 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,64 triliun. Selain itu, faktor lain yang menjadi penyumbang kenaikan laba Bank Mega diperoleh dari adanya penurunan biaya operasional bank sebesar 3 persen dari Rp 2,38 triliun pada tahun lalu menjadi sebesar Rp 2,31 triliun.

Baca juga : Kemenkeu Optimis Ekonomi Tumbuh 4,5 Persen Pada Kuartal III

“Raihan ini menunjukkan keberhasilan Bank Mega dalam menjalankan program efisiensi dan transformasi digital,” jelas Kostaman, Jumat (29/10).

Dari sisi aset, juga mengalami kenaikan 7 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp 119,77 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 112,20 triliun. Dana Pihak Ketiga naik 8 persen menjadi Rp 85,83 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 79,19 triliun. 

Adsense

Kenaikan dana pihak ketiga itu dikontribusi oleh Tabungan yang tumbuh sebesar 11 persen menjadi Rp 15,30 triliun dan Deposito yang juga tumbuh sebesar 10 persen menjadi Rp 62,54 triliun.

Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian Indonesia sejak pandemi Covid-19, Bank Mega berhasil meningkatkan penyaluran kredit, dimana hingga September 2021 tumbuh sebesar 11 persen menjadi Rp 53,94 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 48,49 triliun.

Baca juga : Berkat Optimalisasi Layanan Digital, Kinerja Kuartal III-2021 BNI Berkilau

Kredit tumbuh dikontribusi oleh kenaikan kredit korporasi sebesar 25 persen menjadi Rp 32,74 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 26,21 triliun.

Kostaman mengatakan, Bank Mega juga berhasil melakukan efisiensi operasional melalui inovasi digital dan otomasi yang telah dilakukan dengan baik. Hal ini tercermin dari semakin membaiknya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang turun menjadi 60,09 persen.

“Angka ini jauh membaik jika dibandingkan pada posisi yang sama periode tahun sebelumnya sebesar 70,98 persen,” ujarnya.

Bank Mega juga berhasil mencatatkan perbaikan rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) pada triwulan III-2021 menjadi 28,20 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 26,01 persen. Pertumbuhan kredit juga diikuti dengan kualitas yang baik, dimana pada triwulan III-2021 NPL gross tercatat turun menjadi 1,25 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,40 persen.

Baca juga : Gus Halim: Pemda Berperan Penting Kuatkan Desa

Keberhasilan Bank dalam perolehan laba juga tercermin pada rasio ROA (Return on Asset) yang naik sebesar 3,66 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,92 persen. Sementara rasio ROE (Return on Equity) sebesar 20,21 persen naik  dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 15,67 persen. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense