Dewan Pers

Dark/Light Mode

Berkat Optimalisasi Layanan Digital, Kinerja Kuartal III-2021 BNI Berkilau

Kamis, 28 Oktober 2021 11:37 WIB
(Dari kiri) Direktur IT dan Operasi BNI Y.B. Hariantono, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dan Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada berbincang-bincang mengenai BNI Xpora di sela penyelenggaraan Public Expose BNI Q3 2021 di Jakarta, Senin (25/10)/Istimewa
(Dari kiri) Direktur IT dan Operasi BNI Y.B. Hariantono, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dan Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada berbincang-bincang mengenai BNI Xpora di sela penyelenggaraan Public Expose BNI Q3 2021 di Jakarta, Senin (25/10)/Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Lonjakan kasus positif Covid-19 yang memuncak pada Juli 2021, yang diikuti penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan level (mulai level 1 sampai dengan level 4, tergantung pada kondisi masing-masing daerah), menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan, temasuk BNI. Karena harus mempertimbangkan upaya pertumbuhan kinerja dan recovery, dari tekanan terhadap dampak pandemi Covid -19.

Dalam hal ini, BNI turut mengapresiasi segala upaya pemerintah dan kekompakan seluruh elemen bangsa, dalam menahan laju penyebaran Covid-19. Sehingga, penyebaran virus dapat relatif dikendalikan, dan aktivitas perekonomian mulai berangsur pulih.

"Pencapaian kinerja BNI pada Kuartal III Tahun 2021 merupakan hasil positif dari upaya disiplin manajemen dan seluruh insan BNI, yang senantiasa bersinergi untuk mempercepat transformasi digital dan menghadapi dampak negatif dari PPKM dalam rangka pengendalian pandemi Covid-19," kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar.

Sampai Kuartal III-2021, BNI berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 73,9 persen secara year on year (yoy). Dari Rp 4,3 triliun pada Kuartal III-2020 menjadi Rp 7,7 triliun pada Kuartal III-2021.

Pertumbuhan laba ini, utamanya berasal dari pertumbuhan Fee Based Income dan Net Interest Income masing-masing sebesar 16,8 persen dan 17,6 persen secara yoy.

Pencapaian ini juga merupakan hasil dari transformasi digital BNI, yang salah satunya ditujukan untuk penguatan kapabilitas dalam transactional banking.

BNI mencatat kinerja penghimpunan dana murah yang sangat sehat, salah satu faktor pendukung kredit yang solid. Dengan komposisi himpunan dana murah atau CASA yang mencapai 69,7 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

CASA tumbuh 8 persen yoy, yaitu dari Rp 431,3 triliun pada Kuartal III-2020, menjadi Rp 465,7 triliun pada Kuartal III-2021. CASA mendominasi DPK yang juga tumbuh 1,4 persen yoy dari Rp 659,52 triliun pada Kuartal III-2020 menjadi Rp 668,55 triliun pada Kuartal III-2021. Pertumbuhan CASA tersebut berdampak pada penghematan beban bunga sebesar 10 basis poin dari kuartal sebelumnya.

Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) tumbuh 21,0 persen yoy yang tercapai dengan adanya struktur pendanaan (funding) berbiaya murah yang kuat, dan berkontribusi dalam recovery Net Interest Margin (NIM) sebesar 50 basis poin yoy.

Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 17,6 persen yoy, dari Rp 24,39 triliun pada Kuartal III-2020 menjadi Rp 28,70 triliun pada Kuartal III-2021.

Berita Terkait : Negara Arab Normalisasi Hubungan Dengan Israel, Khamenei: Mereka Berdosa

Pertumbuhan NII ini merupakan efek pendistribusian kredit BNI yang masih tumbuh 3,7 persen yoy,  dari Rp 550,07 triliun pada Kuartal III-2020, menjadi Rp 570,64 triliun pada Kuartal III-2021.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan non-bunga yang kuat sebesar 14,2 persen yoy, dari Rp 8,94 triliun pada Kuartal III-2020 menjadi Rp 10,21 triliun pada Kuartal III-2021.

Pertumbuhan pendapatan non-bunga ini bersumber dari peningkatan kinerja sumber FBI penting perseroan. Seperti pemeliharaan kartu debit dan rekening yang tumbuh 5,8 persen yoy dari Rp 1,81 triliun pada Kuartal III-2020 menjadi Rp 1,92 triliun pada Kuartal III-2021.

Pendapatan layanan ATM dan e-channel yang tumbuh 12,4 persen yoy dari Rp 1,01 triliun pada Kuartal III-2020, menjadi Rp 1,14 triliun pada Kuartal III-2021.

FBI dari layanan trade finance yang meningkat 19,8 persen yoy dari Rp 901 miliar pada Kuartal III-2020, menjadi Rp 1,08 triliun pada Kuartal III-2021. Sementara pendapatan komisi dari Marketable Securities, tumbuh 54,4 persen yoy dari Rp 1,04 triliun pada Kuartal III-2020, menjadi Rp 1,59 triliun pada Kuartal III-2021. 

Agenda Transformasi Korporasi

Pada Kuartal III-2021, BNI terus melanjutkan fokus untuk memperkuat permodalan, sehingga memiliki struktur modal yang kuat dalam mendukung ekspansi bisnis.

Pada September 2021, BNI sukses menerbitkan 600 juta dolar AS  perpetual bond dengan 2,7 kali oversubscribed (di atas jumlah yang ditawarkan) yang dapat dikategorikan sebagai tambahan modal inti utama bagi BNI. Penerbitan ini merupakan yang pertama dilakukan oleh perbankan di Indonesia.

Dengan adanya penerbitan AT-1 ini, modal inti BNI naik 140 basis poin sehingga rasio CAR dan Tier 1 BNI per September 2021 meningkat menjadi masing-masing 19,9 persen dan 17,8 persen sudah mendekati rasio bank pesaing lainnya. 

Ekspansi Kredit Pada Debitur Top-Tier

Berita Terkait : Mendag Ramal Nilai Ekonomi Digital Capai Rp 4.531 Triliun

Dengan kapasitas bisnis yang dicerminkan oleh kondisi permodalan yang semakin kuat, kami terus melanjutkan fokus pengembangan bisnis korporasi dengan memberikan One Stop Wholesale Banking Solution bagi perusahaan-perusahaan top tier di bidang usahanya. Termasuk pembiayaan rantai pasok dan bisnis konsumer. Langkah ini terus memperlihatkan hasil positif.

Selama Kuartal III-2021, setidaknya 6 perusahaan top tier telah bergabung dalam ekosistem pembiayaan BNI. Salah satunya adalah produsen terbesar pada industri petrokimia terintegrasi di Indonesia, yaitu Chandra Asri.

Pertumbuhan di segmen korporasi BNI juga sudah mulai terlihat, di mana pertumbuhan rasio dana murah terhadap pinjaman dan pertumbuhan fee based income terhadap total pendapatan dari segmen korporasi juga terus meningkat.

Hal ini sebagai hasil dari upaya BNI dalam peningkatan kapabiltas layanan investment banking. Salah satunya yang terkini, BNI sudah dapat memberikan jasa konsultasi bagi perusahaan yang ingin mendapatkan tambahan modal dari penerbitan obligasi global bertipe Reg-S/144A (Regulation S dan Rule 144A securities). Yaitu global bond yang memungkinkan penerbitnya mendapatkan kemudahan-kemudahan, seperti bebas dari ketentuan terdaftar di Securities Act of 1933 dan dapat diperdagangkan di luar Amerika Serikat.

Bantu UKM Ekspor

Selain perusahaan top-tier, BNI juga memberikan perhatian serius pada penguatan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Selain melalui penyaluran KUR, BNI juga meluncurkan BNI Xpora, yang menawarkan solusi komprehensif bagi UKM yang ingin mengembangkan pasar ke luar negeri.

Melalui BNI Xpora, BNI memberikan konsultasi bisnis, membantu membuka akses pasar global, hingga solusi pembayaran. Beberapa produk keuangan menarik juga disiapkan, mulai dari diskon pada penerbitan L/C, kemudahan pada saat pengajuan pinjaman melalui portal digital (bisa selesai dalam 6 hari), hingga menyediakan layanan penagihan dan pengiriman uang.

Meskipun baru diluncurkan di Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, Medan, Makassar, BNI Xpora juga telah mulai memberikan hasil. Dalam 3 bulan terakhir ini, BNI Xpora telah menyalurkan kredit kepada UKM pelaku ekspor hingga Rp 1 triliun. Di antaranya bagi UKM yang mengekspor produk pertanian, perikanan, kayu, kerajinan dan produk tekstil.

Pada saat yang sama, BNI memperkuat kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kapasitas ekspor dan malakukan bisnis global, baik e-commerce, Asosiasi Perdagangan, hingga BKPM.

Dukungan ekspor juga diperkuat melalui kantor-kantor cabang luar negeri yang ada di 6 pusat keuangan dunia, baik di Singapura, Seoul, Tokyo, Hong Kong, London dan New York.

Berita Terkait : BI Ramal Keuangan Indonesia Tetap Terjaga Pada Semester II-2021

Kantor cabang ini membantu UKM ekspor untuk menjangkau potential buyer, baik dengan pameran-pameran, atau melalui business matching. Beberapa UKM pelaku ekspor yang kami fasilitasi bahkan mendapatkan pembeli pertamanya dari luar negeri melalui business matching yang telah dilakukan di Cabang Luar Negeri kami di Hong Kong dan Seoul.

Update Transformasi Digital BNI

Transformasi Digital yang dilakukan BNI akan terfokus pada tiga area, Pertama, mendigitalisasi platformbisnis perusahaan. Kedua, pengembangan produk-produk digital. Ketiga, memperkuat ekosistem digital dengan API Open Banking, di mana saat ini BNI adalah bank yang unggul dalam pengembangan API Open Banking dengan 283 jenis layanan, dan sudah digunakan oleh 4.000 klien.

Penguatan kapabilitas digital juga dilakukan dengan cara kolaborasi dengan partners. Di antaranya melalui kerja sama di bisnis Pay Later, di mana BNI menjadi early adaptor layanan ini di Indonesia melalui kerja sama dengan beberapa fintech dan e-commerce, termasuk Traveloka dan Shopee.

Selain bisnis Pay Later, sejak pertengahan September 2021, BNI memperluas kerja sama dengan Traveloka melalui peluncuran Pay Later Virtual Card pertama di Indonesia yang dapat digunakan oleh pengguna Traveloka Pay Later untuk bertransaksi di luar ekosistem Traveloka. Bagi BNI, kerja sama bisnis ini menjadi sumber fee based income yang berbasis digital.

Selain mengembangkan kerja sama dengan patner e-commerce, kami terus mengoptimalkan BNI Mobile Banking. Per September 2021, pengguna BNI Mobile Banking telah mencapai 9,9 juta orang dengan pertumbuhan 46,6% yoy.

Selain jumlah pengguna yang meningkat signifikan, nilai transaksi melalui BNI Mobile Banking juga telah mencapai Rp 447 triliun atau meningkat 33,4% yoy. Untuk ke depannya, fitur BNI Mobile Banking akan terus ditingkatkan dengan Omni Channel Experience, Pengelolaan Keuangan Personal, dan fitur solusi UMKM terintergasi.

Transformasi digital memang menjadi salah satu strategi utama BNI untuk dapat melayani nasabah dengan lebih baik dan untuk mencapai tujuan Perseroan, yaitu memiliki kinerja yang sustain dan profitable dalam jangka panjang.

Selain mendigitalkan proses bisnis yang ada, BNI juga memiliki rencana untuk menjajaki opsi pengembangan bank digital. BNI percaya, memiliki anak perusahaan bank digital akan membawa BNI ke tingkat layanan perbankan yang lebih tinggi.[*]