RM.id Rakyat Merdeka - Gojek dan Go-Pay melakukan kerja sama dengan Pemprov Jabar untuk penguatan ekonomi digital. Kerja sama ini dapat memperkuat para pelaku sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui inovasi teknologi dan menyertakan mereka dalam ekosistem Gojek dan Go-Pay.
Penandatangan kerja sama strategis ini dilakukan di Bandung, Sabtu (25/5). Gojek menjadi perusahaan aplikasi penyedia layanan on demand pertama yang menjalin kerja sama dengan Pemprov Jabar.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar Atalia Praratya mengatakan, kerap mendapat masukan dari pelaku wirausaha, bahwa tantangan yang mereka hadapi tidak sekadar permasalahan permodalan dan sumber daya manusia saja. Namun juga akses terhadap pemasaran produk.
“Dari situ kami berpikir keras, mencari stakeholders yang mampu untuk memudahkan masyarakat memperkenalkan produknya. Ketika saya ngobrol dengan Gojek, ini seperti gayung bersambut. Dari Gojek berkomitmen untuk membantu pemasaran produknya,” ujarnya.
Baca juga : Golkar Sepenuhnya Dukung Pemerintah
Untuk diketahui, saat ini Atalia Praratya juga aktif sebagai Ketua Umum Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta). Melalui Sekoper Cinta, diharapkan perempuan yang putus sekolah bisa mendapat pelatihan. Mulai dari pelatihan untuk mengenali potensi diri, sampai pelatihan tingkat lanjut untuk menjadi perempuan mandiri. Sehingga membuat mereka mandiri secara ekonomi.
Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini mengaku senang Gojek mendukung ini. Jadi semisal ada seseorang yang bisa bikin pepes atau lasagna di rumah, nanti bisa dipromosikan melalui Gojek (Go-Food). Apalagi Gojek sudah hadir secara nasional.
“Saya percaya kerja sama ini bisa sangat kuat sehingga kami pun akan sangat terbantu. Bagaimana perempuan-perempuan ini bisa mandiri dengan cara mereka dibantu pemasarannya. Mudah-mudah ini bisa menjadi inspirasi untuk semua,” jelas Atalia.
Asisten Daerah 3 Provinsi Jabar, Dudi Sudrajat Abdurachim menyatakan bahwa Jabar sudah memulai sejak lama mencetak wirausaha baru. Di periode Gubernur saat ini, fokusnya tak sekedar mencetak namun juga membuat wirausahawan bisa naik kelas.
Baca juga : Catchplay Luncurkan Program Sedekah Rp 100 Juta
“Saya sempat berdiskusi dengan tim dari Gojek dan mendengar adanya program Gojek Wirausaha yang bertujuan menaikkelaskan atau men-scale-up wirausahawan. Adanya kerja sama antara Pemprov Jabar dan Gojek ini, diharapkan bisa menggarap dari segi kualitas wirausahawan untuk bisa naik kelas,” tambah Dudi.
Regional Head Corporate Affairs Gojek Wildan Kesuma mengatakan, prioritas Pemprov Jabar tersebut sesuai dengan komitmen yang dimiliki oleh Gojek untuk memberdayakan para pelaku UMKM serta pelaku sektor informal. Bentuk program pelatihan yang dimaksud dan telah berjalan hingga kini bernama Gojek Wirausaha.
“Ini adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka,” ujarnya.
Menurut dia, program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar, bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital. Program Gojek Wirausaha ini memiliki keistimewaan yaitu memberikan akses langsung kepada para UMKM yang sudah mengikuti pelatihan untuk masuk ke ekonomi digital lewat platform Gojek.
Baca juga : Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama Dengan Industri Logam China
“Setelah pelatihan, UMKM dapat mendaftarkan usahanya ke dalam platform Go-Food, Go-Pay serta Arisan Mapan. Hal ini menjadi nilai tambah agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital,” tutur Wildan.
Gojek juga membantu pembangunan Jabar dengan pemanfaatan ekonomi digital melalui ekosistem pembayaran non-tunai yang dihadirkan oleh Go-Pay.
Head of Sales Go-Pay Arno Tse mengatakan, Go-Pay terus berupaya untuk memberdayakan perekonomian masyarakat lokal melalui teknologi. Dalam hal ini, Go-Pay mendukung penggunaan ekonomi digital untuk pembangunan Jawa Barat dengan menghadirkan teknologi pembayaran non-tunai di berbagai layanan publik.
“Di Jabar sendiri, Go-Pay sudah bisa digunakan untuk bertransaksi dengan para pelaku UMKM di Cibadak, pembelian tiket Bandung Tour on Bus (Bandros), serta bersedekah digital di sejumlah masjid di Jabar, seperti Masjid Salman ITB, Masjid Andalusia Bogor, dan Masjid Az-Zikra di Sentul, Jawa Barat,” ujarnya. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.