BREAKING NEWS
 

Pemerintah Antisipasi Lonjakan Pasien

16 Ribu Oksigen Generator Dan 15 Mesin WGS Disiapin

Reporter & Editor :
ACHMAD ALI FUTHUHIN
Selasa, 28 Desember 2021 07:15 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 dan Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual, Senin (27/12/2021). (Foto: YouTute/Setkab)

 Sebelumnya 
Mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero) ini menambahkan, Kemenkes bakal menggunakan metode pemeriksaan SGTF lantaran pemeriksaan WGS membutuhkan masa tunggu pemeriksaan yang relatif lebih lama.

Saat ini, Indonesia masih belum memproduksi kit reagen khusus untuk SGTF. Mayoritas negara mengimpor dari Korea Selatan.

Baca juga : Pertamina Pastikan Distribusi BBM Dan LPG Di Sulawesi Aman Selama Nataru

Tes PCRSGTF lebih cepat mengidentifikasi Omicron, yakni hanya 4-6 jam, dibandingkan dengan tes genome sequence yang memakan waktu 3-5 hari.

Tapi, diingatkan Budi, hasil pemeriksaan SGTF masih berstatus probable belum terkonfirmasi positif, sehingga harus divalidasi kembali menggunakan WGS.

Baca juga : Pemerintah Apresiasi NSS Samakan Kualitas Sawit Petani Dan Perusahaan

Namun demikian, setidaknya kasus probable Omicron tersebut telah dipantau dan dikarantina.

Jumlah kasus varian Omicron di Indonesia terus mengalami penambahan jelang Tahun Baru 2022.

Baca juga : Bantu Pemerintah, Yayasan Waqaf Al Muhajirien Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

Kemenkes per 26 Desember 2021 mengkonfirmasi varian yang pertama kali diumumkan teridentifikasi di Indonesia pada 15 Desember lalu itu, kini telah berjumlah 46 kasus.

Kendati demikian, Kemenkes memastikan puluhan kasus itu merupakan imported case alias penularan kasus dari para pelaku perjalanan internasional. Sehingga mereka mengklaim varian Omicron belum teridentifikasi sebagai penularan lokal di masyarakat. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense