RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi membayangkan, dalam beberapa waktu ke depan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki database jemaah yang lengkap dan canggih dengan bantuan teknologi digital.
Memakai blockchain, memakai artificial intelligence, memakai machine learning dan lain-lain.
"Sangat memungkinkan, karena NU memiliki SDM-SDM yang sangat baik dan mengerti hal ini," kata Jokowi dalam sambutan acara pengukuhan pengurus PBNU di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1).
Baca juga : Jokowi: Vaksin Pagari Kita Dari Varian Covid
Jokowi juga membayangkan, NU mempunyai marketplace yang andal, tempat produsen dan konsumen NU bertransaksi secara praktis, dan memasukkan produk-produk unggulan warga NU dalam rantai pasok global.
"Ini juga sangat memungkinkan. Saya membayangkan ini dalam waktu segera, NU mempunyai platform edutech yang juga mempunyai platform learning management system yang andal, yang memfasilitasi jutaan santri untuk mengaji dari semua kiai-kiai besar, ilmuwan, teknolog, dan entrepreneur di mana pun dan kapan pun secara mudah dan murah," beber Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun menyebut nama anak muda NU Ainun Najib, yang kini berkarier di Singapura.
Baca juga : Kapal Pembawa WNI Kembali Karam Di Malaysia, 5 Orang Meninggal Dan 1 Hilang
Ainun dikenal sebagai software developer pendiri Kawal Covid, situs memuat inisiatif sukarela netizen untuk mengawal transparansi data dan informasi Covid-19. Sebelumnya, Ainun juga menggagas situs Kawal Pemilu.
"Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak lagi. Beliau ini kerja di Singapura, sudah lama, tujuh tahun yang lalu saya kenal. Ngerjain ini semuanya, apa pun bisa. Dia masih muda sekali. Namanya, Mas Ainun Najib, NU," tutur Jokowi.
Namun, Jokowi ragu apakah alumnus Nanyang Technological University Singapura itu mau kembali ke Tanah Air. Karena di Singapura, Ainun yang lahir pada 20 Oktober 1985 itu dibayar tinggi.
Baca juga : Kepatil Covid, Gerrard Nggak Bisa Dampingi Aston Villa Dua Laga
"Di sana, gajinya sangat tinggi sekali. Jadi, kalau diajak ke sini harus bisa menggaji lebih gede dari yang di Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendika (perintahkan, Red) digaji berapa pun, bismillah pasti mau," pungkas Jokowi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.