BREAKING NEWS
 

Program Taxi Alsintan

Ide Cemerlang Mentan Dorong Pemulihan Ekonomi Sektor Pertanian

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 23 Februari 2022 20:16 WIB
Direktur Alsintan Kementan (tengah berbatik) di sela-sela rapat koordinasi pemantapan Program Taxi Alsintan di Palembang, Sumsel, Rabu (23/2). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Permudah Persyaratan

Di tempat yang sama, Direktur Pembiayaan Pertanian Linda Megawati meminta agar persyaratan untuk KUR Alsintan ini dipermudah. Sebab aturan yang ada saat ini terbilang cukup berat terutama terkait aturan down payment (DP) atau uang muka yang dikenakan bank sebesar 30 persen.

"Masalah krusial soal DP dan agunan ini memang alot dibahas bersama Himbara," kata Indah.

Indah menegaskan persoalan DP dan agunan ini memang sangat terkait dengan 'trust'. Sebab bank berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah jangan sampai terjadi kredit macet. Namun demikian, dia meminta bank tidak perlu khawatir sebab pengalaman selama ini, sangat jarang terjadi kredit macet untuk KUR di pertanian.

Baca juga : Menparekraf: Peran Perempuan Milenial Penting Dorong Ekonomi Kreatif

"Sementara program (Taxi Alsintan) yang sedang dijalanakan ini bukan program baru tapi bagaimana perbankan ini trust dan mau menyalurkan tapi tidak ada kredit macet," katanya.

Dijelaskan dia, dalam aturan perbankan, memang ada aturan mengenai adanya agunan untuk kredit diatas Rp 100 juta. Sementara harga untuk combine harvester saja yang paling diminati petani harganya berkisar Rp 450 juta. Dia mendorong lahirnya regulasi yang bisa lebih mempermudah petani dalam mengakses KUR Alsintan.

"Kita masih menggunakan KUR biasa, nah mudah-mudahan secepatnya ini ada KUR taxi Alsintan ini sehingga DP misalnya cukup 20 persen atau 10 persen," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mempunyai program terobosan program kegiatan Taxi Alsintan.

Baca juga : DPR Minta Polisi Kaji Ulang Penetapan Tersangka Pelapor Korupsi

Adapun program ini memberikan keleluasaan bagi petani yang ada di Indonesia untuk mengakses KUR Alsintan dengan berbasis petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Bambang menjelaskan, di Sumsel sendiri ada 5 penyalur KUR Alsintan yakni BNI, Mandiri, BRI, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Sumsel.

Sementara sejak 2018 sampai 2022, hingga 18 Februari ini, sudah ada 154 alsintan yang difasilitasi oleh Perbankan yang terhubungkan dengan taxi alsintan. "Termasuk juga Bank Sumsel Babel yang dimulai 2021 kemarin," jelasnya.

Adapun jenis alat yang sudah direalisasikan sebanyak 17 alat dengan senilai Rp 48,7 miliar. Alat tersebut berupa combine harvester, traktor roda 4 dan jenis alsintan lainnya yang tersebar di berbagai kabupaten.

Untuk administrasi persyaratan memperoleh KUR, seperti BNI yakni DP 30 persen, biaya administrasi Rp 500 ribu, biaya notaris Rp 2 juta, biaya asuransi Rp 6 juta dan biaya blokir angsuran Rp 32 juta.

Baca juga : Kemitraan Strategis RI-OECD Dukung Agenda Prioritas Presidensi G20 Dan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

"Kami saat ini ada empat kabupaten paling tidak ada 13 alat yang siap untuk melakukan serapan sehingga sampai saat ini kalau kita jumlahkan ada 30 alat yang bisa kita buat klaster program Taxi Alsitan," tambah dia. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense