Sebelumnya
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta Pulo Gebang Jefri Iswanto turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban penembakan di distrik Beoga Papua.
"Takdir memang tidak ada yang tahu, setidaknya jika sudah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan, pekerjaan yang mengalami risiko akan ditanggung oleh BP Jamsostek," ujar Jefri.
Baca juga : Bertemu Pangdam V, Bamsoet Dorong Kemandirian Pengadaan Alutsista RI
Dia menjelaskan, buruh harian lepas tersebut juga bisa didaftarkan menjadi peserta BP Jamsostek pada segmen Bukan Penerima Upah (BPU) dengan iuran sangat murah hanya Rp 16.800 dengan 2 program yakni JKK dan JKM.
Menurut Jefri, kesadaran akan perlindungan jaminan sosial sangatlah penting lantaran seluruh peserta BP Jamsostek mendapatkan hak yang sama.
Baca juga : Telkom Bagikan Sembako Untuk Korban Gempa Di Pasaman Barat
"Baik itu pekerja sektor penerima upah yang iurannya langsung dibayarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja maupun bagi pekerja bukan penerima upah yang mendapatkan gaji atas usahanya sendiri punya hak yang sama," tandasnya.
Seperti diketahui, delapan pekerja PT PTT diserang KKB di Distrik Beoga pada 2 Maret, sekitar pukul 03.00 WIT. Saat kejadian, para pekerja sedang melakukan perbaikan (maintenance) menara Base Transceiver Station (BTS) 3 milik perusahaan telekomunikasi seluler. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.